Pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi terbarukan merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Tongkol jagung, limbah pertanian yang melimpah namun belum dimanfaatkan optimal, berpotensi dikonversi menjadi bio-oil melalui pirolisis. Namun, bio-oil non-katalitik umumnya memiliki kandungan oksigenat tinggi, keasaman dan viskositas besar, serta nilai kalor rendah. Artikel review ini meninjau perkembangan pirolisis katalitik tongkol jagung dengan membahas karakteristik biomassa, mekanisme reaksi, jenis katalis, kondisi operasi, serta pengaruhnya terhadap rendemen dan kualitas bio-oil. Urea 10% meningkatkan rendemen dari 49,33% menjadi 54,66% dan nilai kalor tinggi (HHV) dari 36,12 menjadi 37,12 MJ/kg. Zeolit menurunkan senyawa teroksigenasi dan memperbaiki sifat fisik bahan bakar, sedangkan kombinasi CaO–HZSM-5 meningkatkan pembentukan hidrokarbon aromatik hingga 35,8% meskipun rendemen cair menurun akibat peningkatan gas dan kokas. Secara keseluruhan, pirolisis katalitik berpotensi menghasilkan bio-oil yang lebih stabil, bernilai energi tinggi, dan layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026