Telefarmasi merupakan layanan kefarmasian berbasis digital yang memungkinkan apoteker memberikan pelayanan, konsultasi obat, edukasi, dan pemantauan terapi secara jarak jauh. Evaluasi aplikasi telefarmasi perlu dilakukan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel agar pengalaman pengguna dapat diukur secara objektif. Kuesioner Usefulness, Satisfaction, and Ease of Use (USE) merupakan instrumen yang menilai kegunaan, kemudahan penggunaan, kemudahan belajar, dan kepuasan pengguna terhadap suatu sistem atau aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan alih bahasa serta uji validitas dan reliabilitas kuesioner USE sebagai instrumen evaluasi aplikasi telefarmasi PharmAssist. Penelitian ini merupakan penelitian metodologis dengan pendekatan kuantitatif. Kuesioner USE dialihbahasakan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh penerjemah profesional tersumpah dari Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Responden penelitian terdiri atas 15 apoteker dan 15 pasien pengguna aplikasi PharmAssist yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Uji validitas dilakukan menggunakan nilai r-hitung melalui Pearson correlation, sedangkan uji reliabilitas dilakukan menggunakan nilai Cronbach’s alpha dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh 30 item kuesioner USE memiliki nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel 0,3061, sehingga seluruh item dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha pada dimensi usefulness sebesar 0,793, ease of use sebesar 0,903, ease of learning sebesar 0,900, dan satisfaction sebesar 0,696. Seluruh nilai tersebut memenuhi kriteria reliabel karena lebih besar dari 0,60. Dengan demikian, kuesioner USE versi bahasa Indonesia dinyatakan valid dan reliabel sehingga layak digunakan sebagai instrumen evaluasi aplikasi telefarmasi.
Copyrights © 2026