Artikel ini bertujuan merekonstruksi landasan pendidikan pada era Artificial Intelligence (AI) dengan menempatkan humanisme dan otomasi pembelajaran sebagai dua kutub yang perlu didamaikan secara filosofis, pedagogis, dan etis. Penelitian menggunakan metode studi literatur sistematis terbatas terhadap artikel ilmiah yang membahas AI in Education, pembelajaran adaptif, etika algoritmik, integritas akademik, dan peran guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berpotensi memperluas personalisasi belajar, mempercepat umpan balik, serta membantu pengambilan keputusan berbasis data. Namun, otomasi pembelajaran juga menghadirkan risiko reduksi makna pendidikan menjadi sekadar efisiensi, ketergantungan teknologi, bias algoritmik, komodifikasi data peserta didik, dan melemahnya relasi dialogis guru-siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi landasan pendidikan perlu diarahkan pada model humanisme kritis-digital: AI diposisikan sebagai instrumen pendukung, sedangkan tujuan pendidikan tetap berpusat pada martabat manusia, pembentukan karakter, kebebasan berpikir, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Implikasinya, institusi pendidikan perlu membangun tata kelola AI yang transparan, literasi AI bagi guru dan siswa, desain asesmen autentik, serta kebijakan perlindungan data.
Copyrights © 2026