STT. Panca Kumara Banjar Tatasan Kaja Desa Adat Tonja memanfaatkan media sosial WhatsApp dan Instagram sebagai sarana komunikasi organisasi sekaligus media transmisi nilai budaya kepada anggota dan masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemanfaatan WhatsApp dan Instagram sebagai media transmisi nilai budaya, strategi penyampaian nilai budaya yang diterapkan melalui kedua media sosial tersebut, serta dampak yang ditimbulkan dalam lingkungan organisasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi virtual. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp dimanfaatkan sebagai media komunikasi organisasi untuk menyampaikan pengumuman, jadwal kegiatan, notulensi rapat, koordinasi kegiatan, rapat daring (sangkep online), serta penggunaan fitur polling, berbagi dokumen, foto, video, dan lokasi. Sementara itu, Instagram dimanfaatkan sebagai media dokumentasi digital dan publikasi kegiatan budaya melalui fitur feed, story, reels, poster digital, foto, video, dan caption informatif. Strategi penyampaian nilai budaya dilakukan melalui pengemasan pesan secara informatif dan persuasif serta didukung peran pengurus sebagai opinion leader dalam menyebarkan informasi kepada anggota. Dampak positif yang dihasilkan meliputi percepatan penyebaran informasi, peningkatan koordinasi organisasi, kemudahan dokumentasi kegiatan budaya, serta perluasan jangkauan informasi kepada masyarakat. Adapun dampak negatif yang ditemukan antara lain munculnya silent reader, berkurangnya interaksi tatap muka, rendahnya partisipasi sebagian anggota dalam merespons pesan, kendala jaringan internet, serta tantangan dalam pengelolaan konten Instagram yang konsisten.
Copyrights © 2026