Tradisi Kawalu atau disebut juga seren taun merupakan ungkapan rasa syukur atas panen yang berlimpah dan diimplementasikan melalui puasa pada setiap bulan pada penanggalan tradisional Suku Baduy yaitu Kasa, Karo, Katilu. Kegiatan yang berkenaan dengan pertanian dan padi seperti menaruh benih, memetik hasil pertama, menumbuk, dan membuat laksa haruslah dilakukan oleh wanita sebagai bentuk penghormatan yang tinggi dan kesopanan yang berhubungan langsung dengan Nyi Pohaci atau Dewi Padi menurut kepercayaan Sunda Wiwitan. Wanita dalam tradisi Kalau dalam pembahasan ini menjadi aktor yang mengurus segala keperluan ritual suci tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geografis dan demografi Suku Baduy serta mengupas bagaimana peran Wanita Baduy dalam pelaksanaan tradisi Kawalu dan makna apa saja yang terkandung dalam tradisi Kawalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kebudayaan dengan tahapan-tahapan yaitu menentukan daerah penelitian, teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pembahasan skripsi ini dapat disimpulkan: Wanita memegang peran penting dalam pelaksanaan upacara Kalau sebagai bentuk penghormatan dan kesopanan kepada Nyi Pohaci karena berhubungan dengan padi. Mulai dari pembersihan huma, memasukkan bibit, memilih bibit, memanen hasil pertama, menumbuk, dan memilih butir-butir beras hingga membuat laksa.
Copyrights © 2026