Perkembangan arsitektur masjid kontemporer menunjukkan pergeseran dari tipologi simbolik konvensional menuju pendekatan yang lebih konseptual, kontekstual, dan performatif. Masjid Al-Irsyad di Kota Baru Parahyangan merupakan salah satu contoh masjid kontemporer yang secara sadar melepaskan elemen kubah dan ornamen tradisional, dengan mengusung massa kubus sederhana, selubung berlubang, serta hubungan langsung antara ruang ibadah dan lanskap. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Masjid Al-Irsyad melalui pendekatan kritik arsitektur normatif-sistematik guna menilai kesesuaian antara bentuk, fungsi, makna, performa ruang, dan kualitas sakralitas. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur, observasi spasial, serta dialog antara teori arsitektur religius dan kondisi aktual bangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Masjid Al-Irsyad memiliki kekuatan pada ekspresi simbolik non-verbal dan respons iklim pasif, namun masih menyisakan persoalan pada aspek akustik dan pembentukan ruang transisi yang berpengaruh terhadap kekhusyukan ibadah.
Copyrights © 2026