Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang umum terjadi pada sektor industri, khususnya pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik tinggi seperti pengelasan dan perbaikan rangka mobil. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis, dilakukan secara berulang-ulang, serta minimnya penggunaan alat bantu kerja. Secara khusus, aktivitas perbaikan dan pengelasan rangka mobil di PT. WY masih dilakukan secara manual dengan posisi kerja tidak alami, seperti membungkuk, jongkok tanpa penopang, dan menjangkau area kerja yang sulit diakses, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai tingkat risiko ergonomi pada aktivitas tersebut menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, serta analisis postur kerja pekerja. Subjek penelitian terdiri atas delapan pekerja yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan intensitas kerja dan potensi risiko ergonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko sedang dengan skor REBA antara 4 hingga 7, satu pekerja berada pada kategori risiko tinggi dengan skor 9, dan satu pekerja pada kategori risiko rendah dengan skor 3. Temuan ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya perbaikan postur kerja untuk mengurangi risiko ergonomi serta meningkatkan keselamatan dan produktivitas kerja
Copyrights © 2026