Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kecanduan penggunaan media sosial TikTok pada siswa di SMA Negeri 1 Tondano. Penggunaan TikTok yang intens di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan konsentrasi belajar, gangguan emosional, serta peningkatan tingkat stres, sehingga diperlukan intervensi yang tepat dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru BK, wali kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru BK menerapkan beberapa strategi utama, yaitu konseling individu dengan teknik self-control, bimbingan kelompok melalui penyuluhan dampak media sosial, serta pendekatan preventif melalui sosialisasi dan integrasi materi digital citizenship dalam layanan klasikal. Selain itu, digunakan pula pendekatan reflektif seperti peace counseling untuk meningkatkan kesadaran diri siswa. Strategi tersebut terbukti membantu siswa dalam mengontrol penggunaan TikTok dan mengarahkan perilaku digital secara lebih positif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Guru BK.
Copyrights © 2026