Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Layanan Bimbingan Klasikal dengan Teknik Self Management dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik di SMA Katolik Karitas Tomohon Nurdiyani Tindi; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik melalui penerapan layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management di SMA Katolik Karitas Tomohon. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya konsentrasi belajar peserta didik yang ditunjukkan melalui perilaku kurang fokus, mudah terdistraksi, serta kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 34 peserta didik kelas XI-E. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. Pada tahap pra siklus terdapat 16 peserta didik (47,06%) berada pada kategori rendah. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, jumlah peserta didik kategori rendah menurun menjadi 10 orang (29,42%). Selanjutnya pada siklus II kembali mengalami penurunan menjadi 3 peserta didik (8,82%), sedangkan peserta didik pada kategori tinggi meningkat yang awalnya hanya 8 orang (23,53%) pada pra siklus, dan meningkat lagi menjadi 14 orang (41,18%) pada siklus satu, dan lebih meningkat lagi mencapai 27 orang (79,41%). Meskipun masih terdapat 3 peserta didik pada kategori rendah, penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya karena indikator keberhasilan penelitian telah tercapai secara klasikal dan ketiga peserta didik tersebut telah menunjukkan adanya perubahan perilaku belajar dibandingkan sebelum diberikan layanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik kelas XI-E di SMA Katolik Karitas Tomohon
Analisis Kinerja Guru Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMPN 1 Tondano Angelica Aquila Pinangkaan; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK), strategi yang diimplementasikan, serta faktor faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Tondano. Fenomena penurunan kedisiplinan menjadi isu krusial yang menuntut intervensi sistematis dari guru BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yang meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru BK dinilai efektif dan proaktif, yang ditandai dengan adanya perencanaan program berbasis data (evaluasi pelanggaran dan asesmen kebutuhan siswa) serta implementasi peran preventif, pengembangan, dan kuratif. Strategi yang paling efektif adalah layanan konseling individual dengan pendekatan humanis yang non-judgmental, didukung oleh bimbingan klasikal dan kolaborasi sinergis dengan orang tua dan guru. Faktor pendukung utama keberhasilan program adalah dukungan penuh dari pimpinan sekolah dan kolaborasi yang baik antar guru. Sementara itu, faktor penghambat yang paling signifikan adalah rasio jumlah guru BK dan siswa yang tidak ideal (1:864) yang menyebabkan beban kerja berlebih, serta masih adanya stigma negatif terhadap peran BK di kalangan siswa.
Strategi Guru BK dalam Mengatasi Kecanduan Media Sosial Tiktok pada Siswa di SMA Negeri 1 Tondano Injilia Liba Pontoh; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kecanduan penggunaan media sosial TikTok pada siswa di SMA Negeri 1 Tondano. Penggunaan TikTok yang intens di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan konsentrasi belajar, gangguan emosional, serta peningkatan tingkat stres, sehingga diperlukan intervensi yang tepat dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru BK, wali kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru BK menerapkan beberapa strategi utama, yaitu konseling individu dengan teknik self-control, bimbingan kelompok melalui penyuluhan dampak media sosial, serta pendekatan preventif melalui sosialisasi dan integrasi materi digital citizenship dalam layanan klasikal. Selain itu, digunakan pula pendekatan reflektif seperti peace counseling untuk meningkatkan kesadaran diri siswa. Strategi tersebut terbukti membantu siswa dalam mengontrol penggunaan TikTok dan mengarahkan perilaku digital secara lebih positif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Guru BK.
Layanan Bimbingan Klasikal dengan Teknik Self Management dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik di SMA Katolik Karitas Tomohon Nurdiyani Tindi; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik melalui penerapan layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management di SMA Katolik Karitas Tomohon. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya konsentrasi belajar peserta didik yang ditunjukkan melalui perilaku kurang fokus, mudah terdistraksi, serta kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 34 peserta didik kelas XI-E. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. Pada tahap pra siklus terdapat 16 peserta didik (47,06%) berada pada kategori rendah. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, jumlah peserta didik kategori rendah menurun menjadi 10 orang (29,42%). Selanjutnya pada siklus II kembali mengalami penurunan menjadi 3 peserta didik (8,82%), sedangkan peserta didik pada kategori tinggi meningkat yang awalnya hanya 8 orang (23,53%) pada pra siklus, dan meningkat lagi menjadi 14 orang (41,18%) pada siklus satu, dan lebih meningkat lagi mencapai 27 orang (79,41%). Meskipun masih terdapat 3 peserta didik pada kategori rendah, penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya karena indikator keberhasilan penelitian telah tercapai secara klasikal dan ketiga peserta didik tersebut telah menunjukkan adanya perubahan perilaku belajar dibandingkan sebelum diberikan layanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik kelas XI-E di SMA Katolik Karitas Tomohon
Analisis Kinerja Guru Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMPN 1 Tondano Angelica Aquila Pinangkaan; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK), strategi yang diimplementasikan, serta faktor faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Tondano. Fenomena penurunan kedisiplinan menjadi isu krusial yang menuntut intervensi sistematis dari guru BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yang meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru BK dinilai efektif dan proaktif, yang ditandai dengan adanya perencanaan program berbasis data (evaluasi pelanggaran dan asesmen kebutuhan siswa) serta implementasi peran preventif, pengembangan, dan kuratif. Strategi yang paling efektif adalah layanan konseling individual dengan pendekatan humanis yang non-judgmental, didukung oleh bimbingan klasikal dan kolaborasi sinergis dengan orang tua dan guru. Faktor pendukung utama keberhasilan program adalah dukungan penuh dari pimpinan sekolah dan kolaborasi yang baik antar guru. Sementara itu, faktor penghambat yang paling signifikan adalah rasio jumlah guru BK dan siswa yang tidak ideal (1:864) yang menyebabkan beban kerja berlebih, serta masih adanya stigma negatif terhadap peran BK di kalangan siswa.
Strategi Guru BK dalam Mengatasi Kecanduan Media Sosial Tiktok pada Siswa di SMA Negeri 1 Tondano Injilia Liba Pontoh; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kecanduan penggunaan media sosial TikTok pada siswa di SMA Negeri 1 Tondano. Penggunaan TikTok yang intens di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan konsentrasi belajar, gangguan emosional, serta peningkatan tingkat stres, sehingga diperlukan intervensi yang tepat dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru BK, wali kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru BK menerapkan beberapa strategi utama, yaitu konseling individu dengan teknik self-control, bimbingan kelompok melalui penyuluhan dampak media sosial, serta pendekatan preventif melalui sosialisasi dan integrasi materi digital citizenship dalam layanan klasikal. Selain itu, digunakan pula pendekatan reflektif seperti peace counseling untuk meningkatkan kesadaran diri siswa. Strategi tersebut terbukti membantu siswa dalam mengontrol penggunaan TikTok dan mengarahkan perilaku digital secara lebih positif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Guru BK.
Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Rational Emotive Therapy untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Emosi pada Siswa SMP Frater Don Bosco Tomohon Selah Hastari; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.286

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik SMP dalam mengelola emosi seperti kecemasan, kemarahan, dan stres akibat keyakinan irasional, yang berdampak pada prestasi akademik dan hubungan sosial di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen emosi siswa dengan menerapkan layanan konseling kelompok berdasarkan teknik Rational Emotive Therapy (RET). Penelitian ini menggunakan Penelitian tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) yang dilakukan selama dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang melibatkan enam siswa.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan mengelola emosi peserta didik. Pada siklus I, rata-rata skor angket berada pada kategori sedang (36,83) dengan persentase 61,38%, meningkat menjadi kategori tinggi (57) dengan persentase 95% pada siklus II dengan kenaikan 33,62% dan seluruh peserta mencapai skor tinggi (46-60). Hal tersebut menandakan efektivitas teknik RET dalam mengubah keyakinan irasional menjadi pola pikir positif, khususnya pengendalian marah, keterbukaan perasaan, dan sosialisasi, sehingga dapat diterapkan sebagai intervensi optimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling.
Layanan Konseling Individu dengan Pendekatan Humanistik dalam Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Perundungan di SMP Negeri 6 Bitung Natalie Christy Alow; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan melalui layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui perencanaan, observasi, Tindakan, analisis, refleksi, dan angket. Analisis data dilakukan untuk melihat peningkatan resiliensi siswa korban perundungan (subjek). Dari hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan resiliensi siswa setelah diberikan layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik ditandai dengan kemampuan siswa mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mampu menghadapi dan bangkit dari keterpurukan karena pengalaman perundungan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan.
Layanan Konseling Individu Menggunakan Teknik Rational Emotive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Tesalonika br Ginting; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.359

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang memiliki tingkat self-efficacy rendah, seperti kurang percaya diri, mudah menyerah saat menghadapi tugas, takut gagal, serta ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan self-efficacy siswa melalui pemberian layanan konseling individu yang menerapkan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.. Pelaksanaan penelitian berlangsung dalam dua siklus. Adapun subjek penelitian merupakan seorang siswa yang menunjukkan tingkat self-efficacy yang rendah self-efficacy, observasi dan wawancara. Teknik REBT diterapkan melalui tahapan mengidentifikasi peristiwa pemicu masalah, mengenali keyakinan irasional, memahami dampak emosional dan perilaku, melakukan disputing terhadap pikiran irasional, serta membangun keyakinan baru yang lebih rasional. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan tindakan pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy siswa, walaupun hasil yang diperoleh belum mencapai tingkat yang diharapkan karena masih terdapat siswa yang kurang yakin terhadap kemampuannya. Pada siklus II, peningkatan self-efficacy terlihat lebih optimal yang ditandai dengan tumbuhnya rasa percaya diri, keberanian dalam menghadapi berbagai tugas, serta kemampuan berpikir yang lebih rasional dalam menyikapi masalah. Oleh karena itu, layanan konseling individu dengan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terbukti efektif sebagai upaya meningkatkan self-efficacy siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Individu dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam Mengatasi Perilaku Maladaptif Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Kezia Br Gurusinga; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.360

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling individu dengan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam mengatasi perilaku maladaptif siswa berupa kebiasaan meninggalkan kelas saat proses pembelajaran berlangsung di SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan layanan konseling individu dalam menangani perilaku maladaptif siswa melalui pendekatan CBT. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang akan dilaksanakan dalam dua siklus dengan merujuk pada model Kemmis dan McTaggart. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, serta self-monitoring untuk memantau perubahan perilaku siswa selama proses tindakan berlangsung. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan direfleksikan agar mengetahui perkembangan perilaku siswa setelah diberikan layanan konseling. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perubahan perilaku setelah siswa mengikuti layanan konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Melalui proses konseling yang dilakukan, siswa mulai memahami keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sheari-hari. Pemahaman tersebut membantu siswa mengenali pola pikir negatif yang selama ini muncul dan secara bertahap menggantinya dengan cara berpikir yang lebih rasional. Perubahan pada aspek kognitif tersebut kemudian berdampak pada berkurangnya kebiasaan meninggalkan kelas serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.