Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Kinerja Guru Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMPN 1 Tondano Angelica Aquila Pinangkaan; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK), strategi yang diimplementasikan, serta faktor faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Tondano. Fenomena penurunan kedisiplinan menjadi isu krusial yang menuntut intervensi sistematis dari guru BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yang meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru BK dinilai efektif dan proaktif, yang ditandai dengan adanya perencanaan program berbasis data (evaluasi pelanggaran dan asesmen kebutuhan siswa) serta implementasi peran preventif, pengembangan, dan kuratif. Strategi yang paling efektif adalah layanan konseling individual dengan pendekatan humanis yang non-judgmental, didukung oleh bimbingan klasikal dan kolaborasi sinergis dengan orang tua dan guru. Faktor pendukung utama keberhasilan program adalah dukungan penuh dari pimpinan sekolah dan kolaborasi yang baik antar guru. Sementara itu, faktor penghambat yang paling signifikan adalah rasio jumlah guru BK dan siswa yang tidak ideal (1:864) yang menyebabkan beban kerja berlebih, serta masih adanya stigma negatif terhadap peran BK di kalangan siswa.
Strategi Guru BK dalam Mengatasi Kecanduan Media Sosial Tiktok pada Siswa di SMA Negeri 1 Tondano Injilia Liba Pontoh; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kecanduan penggunaan media sosial TikTok pada siswa di SMA Negeri 1 Tondano. Penggunaan TikTok yang intens di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan konsentrasi belajar, gangguan emosional, serta peningkatan tingkat stres, sehingga diperlukan intervensi yang tepat dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru BK, wali kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru BK menerapkan beberapa strategi utama, yaitu konseling individu dengan teknik self-control, bimbingan kelompok melalui penyuluhan dampak media sosial, serta pendekatan preventif melalui sosialisasi dan integrasi materi digital citizenship dalam layanan klasikal. Selain itu, digunakan pula pendekatan reflektif seperti peace counseling untuk meningkatkan kesadaran diri siswa. Strategi tersebut terbukti membantu siswa dalam mengontrol penggunaan TikTok dan mengarahkan perilaku digital secara lebih positif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Guru BK.
Analisis Kinerja Guru Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMPN 1 Tondano Angelica Aquila Pinangkaan; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK), strategi yang diimplementasikan, serta faktor faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Tondano. Fenomena penurunan kedisiplinan menjadi isu krusial yang menuntut intervensi sistematis dari guru BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yang meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari guru BK, kepala sekolah, guru mata pelajaran, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru BK dinilai efektif dan proaktif, yang ditandai dengan adanya perencanaan program berbasis data (evaluasi pelanggaran dan asesmen kebutuhan siswa) serta implementasi peran preventif, pengembangan, dan kuratif. Strategi yang paling efektif adalah layanan konseling individual dengan pendekatan humanis yang non-judgmental, didukung oleh bimbingan klasikal dan kolaborasi sinergis dengan orang tua dan guru. Faktor pendukung utama keberhasilan program adalah dukungan penuh dari pimpinan sekolah dan kolaborasi yang baik antar guru. Sementara itu, faktor penghambat yang paling signifikan adalah rasio jumlah guru BK dan siswa yang tidak ideal (1:864) yang menyebabkan beban kerja berlebih, serta masih adanya stigma negatif terhadap peran BK di kalangan siswa.
Strategi Guru BK dalam Mengatasi Kecanduan Media Sosial Tiktok pada Siswa di SMA Negeri 1 Tondano Injilia Liba Pontoh; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kecanduan penggunaan media sosial TikTok pada siswa di SMA Negeri 1 Tondano. Penggunaan TikTok yang intens di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan konsentrasi belajar, gangguan emosional, serta peningkatan tingkat stres, sehingga diperlukan intervensi yang tepat dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru BK, wali kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru BK menerapkan beberapa strategi utama, yaitu konseling individu dengan teknik self-control, bimbingan kelompok melalui penyuluhan dampak media sosial, serta pendekatan preventif melalui sosialisasi dan integrasi materi digital citizenship dalam layanan klasikal. Selain itu, digunakan pula pendekatan reflektif seperti peace counseling untuk meningkatkan kesadaran diri siswa. Strategi tersebut terbukti membantu siswa dalam mengontrol penggunaan TikTok dan mengarahkan perilaku digital secara lebih positif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Guru BK.
Penerapan Konseling Individu dengan Teknik Behavior Contract dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMP Frater Don Bosco Tomohon Bintang Mario Situmorang; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.275

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya peserta didik yang memiliki tingkat kedisiplinan rendah, seperti datang terlambat ke sekolah, tidak menggunakan atribut sekolah secara lengkap, serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik melalui penerapan konseling individu dengan teknik behavior contract di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik yang memiliki permasalahan kedisiplinan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kedisiplinan, observasi, dan wawancara. Teknik behavior contract diterapkan melalui kesepakatan tertulis antara konselor dan peserta didik mengenai perilaku disiplin yang harus dilakukan disertai pemberian penguatan (reward) dan konsekuensi. Kontrak perilaku dilaksanakan selama dua siklus dan dievaluasi secara bertahap pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I skor angket kedisiplinan memperoleh nilai 42 dengan kategori sedang dan hasil observasi memperoleh skor 20 dengan kategori sedang. Pada siklus II terjadi peningkatan, yaitu skor angket menjadi 55 dengan kategori tinggi dan hasil observasi menjadi 31 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, penerapan konseling individu dengan teknik behavior contract efektif dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Frater Don Bosco Tomohon.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Kenakalan Remaja pada Siswa SMK Negeri 1 Manado Aulia A Mamonto; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kenakalan remaja pada siswa di SMK Negeri 1 Manado beserta faktor-faktor penyebabnya, serta menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kenakalan remaja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru BK, siswa yang terlibat kenakalan remaja, kepala sekolah, dan wali kelas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SMK Negeri 1 Manado menunjukkan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu kenakalan ringan dan kenakalan berat. Bentuk kenakalan ringan meliputi tindakan tidak masuk sekolah tanpa izin, ketidakpatuhan terhadap penggunaan atribut sekolah, serta pelanggaran aturan mengenai penampilan siswa. Di sisi lain, kenakalan berat mencakup perilaku pergaulan bebas dan keterlibatan dalam tawuran. Munculnya kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar diri remaja. Faktor internal berkaitan dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis atau broken home, sedangkan faktor eksternal berasal dari pengaruh lingkungan sosial, teman sebaya, serta penggunaan media sosial. Guru BK menjalankan perannya melalui berbagai pendekatan, yaitu preventif (bimbingan klasikal, kegiatan penyuluhan, seminar mengenai bahaya narkoba, serta pelatihan motivasi; sedangkan upaya kuratif dilakukan melalui bimbingan pribadi, konseling kelompok, pemanggilan orang tua, kontrak perilaku), serta represif dan rehabilitatif (home visit, alih tangan kasus, kerja sama dengan pihak terkait).. Hambatan yang dihadapi guru BK meliputi stigma negatif terhadap ruang BK, keterbatasan rasio guru BK dengan jumlah siswa, serta kurangnya kerja sama sebagian orang tua. Secara keseluruhan, peran guru BK dinilai efektif dalam mengurangi kenakalan remaja di SMK Negeri 1 Manado.
Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon Cristin Natalia Pasaribu; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.347

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy dalam mengatasi bullying di sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki seberapa baik efektivitas layanan konseling kelompok yang memanfaatkan pendekatan Terapi Perilaku Kognitif dalam mengatasi masalah bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon. Latar belakang studi ini muncul dari adanya tindakan bullying yang masih terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun sosial, yang berdampak buruk bagi kondisi emosional, percaya diri, dan hubungan sosial para siswa. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yang terlibat dalam fenomena bullying dan siswa kelas X-B di SMA Katolik Karitas Tomohon. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner tentang perilaku bullying. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling kelompok dengan metode Cognitive Behavior Therapy terbukti efektif dalam mengurangi tindakan bullying di kalangan siswa. Pada tahap pra-tindakan, skor perilaku bullying para pelaku masuk dalam kategori tinggi dengan rentang skor 53–55. Setelah pelaksanaan siklus I, skor menurun ke kategori sedang dengan rentang 43–52. Kemudian pada siklus II, skor kembali menurun menjadi kategori rendah dengan rentang 29–31. Teknik Cognitive Behavior Therapy membantu siswa dalam mengenali pikiran negatif, mengubah pola pikir yang tidak rasional menjadi lebih logis, serta melatih perilaku sosial yang lebih positif melalui kegiatan diskusi, peran bermain, dan penguatan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy efektif digunakan dalam mengatasi perilaku bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon serta dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Layanan Konseling Individu Menggunakan Teknik Rational Emotive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Tesalonika br Ginting; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.359

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang memiliki tingkat self-efficacy rendah, seperti kurang percaya diri, mudah menyerah saat menghadapi tugas, takut gagal, serta ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan self-efficacy siswa melalui pemberian layanan konseling individu yang menerapkan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.. Pelaksanaan penelitian berlangsung dalam dua siklus. Adapun subjek penelitian merupakan seorang siswa yang menunjukkan tingkat self-efficacy yang rendah self-efficacy, observasi dan wawancara. Teknik REBT diterapkan melalui tahapan mengidentifikasi peristiwa pemicu masalah, mengenali keyakinan irasional, memahami dampak emosional dan perilaku, melakukan disputing terhadap pikiran irasional, serta membangun keyakinan baru yang lebih rasional. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan tindakan pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy siswa, walaupun hasil yang diperoleh belum mencapai tingkat yang diharapkan karena masih terdapat siswa yang kurang yakin terhadap kemampuannya. Pada siklus II, peningkatan self-efficacy terlihat lebih optimal yang ditandai dengan tumbuhnya rasa percaya diri, keberanian dalam menghadapi berbagai tugas, serta kemampuan berpikir yang lebih rasional dalam menyikapi masalah. Oleh karena itu, layanan konseling individu dengan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terbukti efektif sebagai upaya meningkatkan self-efficacy siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Individu dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam Mengatasi Perilaku Maladaptif Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Kezia Br Gurusinga; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.360

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling individu dengan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam mengatasi perilaku maladaptif siswa berupa kebiasaan meninggalkan kelas saat proses pembelajaran berlangsung di SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan layanan konseling individu dalam menangani perilaku maladaptif siswa melalui pendekatan CBT. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang akan dilaksanakan dalam dua siklus dengan merujuk pada model Kemmis dan McTaggart. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, serta self-monitoring untuk memantau perubahan perilaku siswa selama proses tindakan berlangsung. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan direfleksikan agar mengetahui perkembangan perilaku siswa setelah diberikan layanan konseling. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perubahan perilaku setelah siswa mengikuti layanan konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Melalui proses konseling yang dilakukan, siswa mulai memahami keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sheari-hari. Pemahaman tersebut membantu siswa mengenali pola pikir negatif yang selama ini muncul dan secara bertahap menggantinya dengan cara berpikir yang lebih rasional. Perubahan pada aspek kognitif tersebut kemudian berdampak pada berkurangnya kebiasaan meninggalkan kelas serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Merokok pada Siswa di SMP Negeri 1 Tomohon Yoda Shine Sion; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.385

Abstract

Perilaku merokok pada siswa merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, proses belajar, serta perkembangan sosial siswa. Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari guru bimbingan dan konseling dalam membantu mengatasi perilaku merokok siswa di sekolah. Strategi guru bimbingan konseling merupakan usaha atau langkah langkah yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan bantuan kepada siswa agar siswa mampu berkembang secara mandiri dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku merokok siswa serta mengetahui penerapan kontrak perilaku dalam membantu mengurangi perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, sedangkan sumber data sekunder yaitu wali kelas, siswa dan teman siswa.Teknik untuk pengumpulan data dilaksanakan melalui metode observasi, wawancara, pengumpulan dokumen, dan studi literatur. Analisis informasi dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menangani perilaku merokok meliputi pembuatan slogan kawasan bebas asap rokok, pengawasan rutin oleh guru piket, sosialisasi bahaya merokok, serta konseling individu. Penerapan teknik kontrak perilaku yang dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu terbukti cukup efektif dalam membantu siswa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok karena mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, komitmen, dan kesadaran siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik. Dengan demikian, strategi guru bimbingan konseling melalui penerapan kontrak perilaku dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mengatasi perilaku merokok pada siswa di sekolah.