Prestasi di lingkungan pesantren tidak sekadar dipahami sebagai keberhasilan memenangkan perlombaan, melainkan juga berkaitan dengan pembentukan citra lembaga, pengakuan sosial, serta posisi pesantren di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola budaya prestasi yang berkembang di Pondok Pesantren Nuururrohman Sirau Kemranjen Banyumas, bentuk penghargaan terhadap santri berprestasi, dan tekanan moral yang muncul dalam proses mempertahankan reputasi pondok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga validitas penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa budaya prestasi di Pondok Pesantren Nuururrohman dibangun melalui keterlibatan santri dalam kegiatan religius maupun sosial seperti Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), lomba hadroh, serta karnaval Hari Santri. Prestasi dipandang sebagai media penguatan identitas pesantren sekaligus sarana memperoleh kepercayaan masyarakat. Selain itu, santri mengalami dorongan moral kolektif untuk menjaga nama baik pondok melalui capaian yang diperoleh. Bentuk apresiasi yang diberikan pondok berupa pengakuan simbolik, pujian dari pengurus, hingga pemberian uang saku kepada santri yang memperoleh prestasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya prestasi pesantren dibentuk melalui relasi antara kapital simbolik, legitimasi sosial, dan kultur kolektif yang berkembang dalam kehidupan pesantren.
Copyrights © 2026