Artikel ini di rancang untuk mengkaji Produksi Kepercayaan Sosial antara Guru, Orang Tua, dan Komte Sekolah dalam penguatan mutu Madrasah Ibtidaiyah melalui perspetif sosiologi lembaga pendidikan. Fokus utama artikel di arahkan pada klaim bahwa kepercayaan social antara Guru, Orang Tua, dan Komte Sekolahmenjadi pondasi penting dalam penguatan mutu Madrasah Ibtidaiyah karena mutu pendidikan tidak hanya di tentukan oleh kurikulum, tetapi juga relasi social yang stabil dan partisipatif. Penelitian lapangan perlu di tempatkan pada sekolah, madrasah, pesantren yang secara empiris memperihatkan praktik social terkait isu tersebut. Data utama dapat di gali melalui observasi terhadap keterlibatan orang tua dalam rapat, kegiatan keagamaan, dan program sekolah, wawancara dengan aktor pendidikan yang terlibat, serta dokumentasi mengenai kebijakan, program,dan praktik kelembagaan. Tiga dimensi bukti yang perlu di uji adalah keterlibatan orng tua dalam rapat, kegiatan keagamaan, dan program. sekolah, komunikasi rutin guru dengan orang tua tentang perkembanagan akademik dan perilaku siswa, dan peran komite sekolah sebagai mediator kebutuhan madrasah dan aspirasi masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini di harapkan mampu menunjukan bagaimana relasi sosial, norma kelembagaan, otoritas pendidikan, serta pengalaman siswa/guru/orang tua membentuk praktik pendidikan sehari-hari. Kontribusi artikel tidak berhenti pada deskripsi kasus, tetapi juga di arahkan untuk membangun argumentasi teoritik tentang bagaimana lembaga pendidikan bekeja sebagai arena sosial yang memproduksi kepercayaan, identitas, disiplin, solidaritas atau perubahan sosial. Temuan yang di peroleh di harapkan memperkaya diskusi sosiologi pendidikan islam di Indonesia dan menawarkan rekomendasi penguatan tata kelola lembaga pendidikan berbasis data lapangan
Copyrights © 2026