Kawasan pesisir Desa Sungsang Empat di Kabupaten Banyuasin memiliki kekayaan alam dan budaya strategis yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pariwisata berkelanjutan. Permasalahan mendasar di desa ini mencakup tingginya ketergantungan warga pada aktivitas perikanan tangkap, minimnya pengetahuan tentang pengelolaan pariwisata, vakumnya kelompok sadar wisata, serta belum tersedianya infrastruktur sosial dan modul edukasi berbasis kearifan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengembangkan kapasitas warga dalam mengelola potensi desa menjadi kawasan wisata yang mandiri. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan partisipatif dan edukatif yang berlangsung selama enam bulan melalui empat tahapan utama, yaitu sosialisasi pemahaman wisata, pendampingan penguatan kelembagaan, pelatihan serta simulasi praktik layanan wisata yang mencakup penyelesaian konflik, dan diakhiri dengan tahapan evaluasi. Hasil dari rangkaian kegiatan ini meliputi peningkatan pemahaman masyarakat, terbentuknya kembali kepengurusan kelompok penggerak wisata, penyusunan dokumen panduan operasional standar, pembuatan fasilitas promosi digital, rancangan arah pengembangan pariwisata desa, serta penyusunan naskah publikasi untuk jurnal ilmiah nasional terakreditasi. Sebagai kesimpulan, program pemberdayaan ini berhasil meletakkan landasan pengelolaan pariwisata pesisir yang inklusif untuk mendukung peningkatan taraf kesejahteraan ekonomi warga, memperkuat ikatan sosial budaya, dan menjaga kelestarian ekosistem lingkungan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026