Ramdan Lamato
Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DAN PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DESA BERBASIS SUSTAINABLE TOURISM DI DESA SUNGSANG IV, KAB. BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Ferdiansyah Rivai; Syuryansyah; Bagaskara Sagita Wijaya; Ridha Amalia; Ramdan Lamato
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/z9x6gd14

Abstract

Kawasan pesisir Desa Sungsang Empat di Kabupaten Banyuasin memiliki kekayaan alam dan budaya strategis yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pariwisata berkelanjutan. Permasalahan mendasar di desa ini mencakup tingginya ketergantungan warga pada aktivitas perikanan tangkap, minimnya pengetahuan tentang pengelolaan pariwisata, vakumnya kelompok sadar wisata, serta belum tersedianya infrastruktur sosial dan modul edukasi berbasis kearifan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengembangkan kapasitas warga dalam mengelola potensi desa menjadi kawasan wisata yang mandiri. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan partisipatif dan edukatif yang berlangsung selama enam bulan melalui empat tahapan utama, yaitu sosialisasi pemahaman wisata, pendampingan penguatan kelembagaan, pelatihan serta simulasi praktik layanan wisata yang mencakup penyelesaian konflik, dan diakhiri dengan tahapan evaluasi. Hasil dari rangkaian kegiatan ini meliputi peningkatan pemahaman masyarakat, terbentuknya kembali kepengurusan kelompok penggerak wisata, penyusunan dokumen panduan operasional standar, pembuatan fasilitas promosi digital, rancangan arah pengembangan pariwisata desa, serta penyusunan naskah publikasi untuk jurnal ilmiah nasional terakreditasi. Sebagai kesimpulan, program pemberdayaan ini berhasil meletakkan landasan pengelolaan pariwisata pesisir yang inklusif untuk mendukung peningkatan taraf kesejahteraan ekonomi warga, memperkuat ikatan sosial budaya, dan menjaga kelestarian ekosistem lingkungan secara berkelanjutan.
Disinformation, International Relations, And The 2024 Indonesia’s Election Yusnan Hadi Mochtar; Ramdan Lamato
Journal of Science and Research Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Science and Research
Publisher : Journal of Science and Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67008/g8bvs951

Abstract

Southeast Asia is highly vulnerable to electoral disinformation. Previous studies reveal that such campaigns are often driven by actors endorsed by political parties, as observed in Indonesia and Malaysia. While this perspective is relevant, a more nuanced understanding is required to grasp the complexity of disinformation, particularly where domestic and international dimensions intersect. This research contributes to this understanding through an Indonesian case study. Notably, disinformation in previous Indonesian elections has involved international elements, such as false narratives during the 2019 presidential election alleging cooperation between the Indonesian Communist Party and China to secure Joko Widodo’s victory. Building on this precedent, this study explores the extent to which international dimensions were exploited for disinformation during the 2024 election. Employing a qualitative methodology, this research analyzes data collected from public discussions, academic journals, books, institutional reports, and news media. The article presents three layers of analysis. First, it identifies specific instances of disinformation related to international issues during the election. Second, it investigates the actors propagating this disinformation and their underlying motives. Finally, the study demonstrates the challenges inherent in combating this problem. Ultimately, this research concludes that international issues were actively exploited for disinformation during Indonesia’s 2024 election. It further underscores the need for International Relations (IR) scholarship to devote greater attention to the nexus of domestic and international spheres, and to recognize the capacity of ‘micro’ actors in spreading disinformation.