Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi dalam memenuhi hak-hak anak di panti asuhan sangat beragam. Banyak panti asuhan yang beroperasi dengan sumber daya yang terbatas, baik dari segi finansial maupun material. Feneomena ini menarik untuk diteliti karena mengungkapkan bagaimana strategi panti asuhan yang menjadi kunci keberlangsungan panti asuhan dalam memenuhi kebutuhan anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi panti asuhan dalam meningkatkan pemenuhan hak-hak asuh anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive yaitu pengurus, pengasuh, anak asuh, masyarakat, dan perwakilan dinas sosial sebanyak 22 informan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analsisis data Matthew Milas dan Huberman dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalisme structural oleh Talcon Prarsons. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengurus Panti Asuhan dalam pemenuhan hak-hak anak asuh yaitu (1) menjalin kerjasama dengan pemerintah dan donator untuk mendapatkan bantuan finasial. (2) menjalin kerjasama dengan tenaga kesehatan. (3memfasilitasi anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah negeri dan swasta. (4) menjalin kerjasama dengan lembaga untuk meningkatkan keterampilan anak asuh.
Copyrights © 2026