Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah pedagang bika di Kayu Tanam dalam beberapa tahun terakhir, dengan puncaknya pada tahun 2024 yang mencapai 55 pedagang yang tersebar di sepanjang jalan lintas Kayu Tanam. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena mengungkap bagaimana relasi sosial menjadi kunci keberlangsungan usaha bika di tengah meningkatnya jumlah pedagang bika. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk relasi sosial dalam usaha makanan tradisional pedagang makanan bika di Nagari Kayu Tanam. Permasalahan dalam penelitian ini akan dianalisis dengan teori Relasi Sosial George Simmel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive dengan kriteria yaitu pedagang bika yang telah aktif berjualan minimal dua tahun di Nagari Kayu Tanam, memiliki pengalaman langsung dalam menjalankan usaha baik dalam proses produksi maupun penjualan, terlibat dalam interaksi sosial dengan sesama pedagang, pemasok, dan pelanggan, serta bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan secara terbuka, dengan jumlah informan 12 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Data dianalisis dengan teknik analisis Matthew Miles dan Huberman yang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bentuk relasi sosial asosiatif dalam bentuk kerjasama, bentuk relasi sosial asosiatif yang terwujud dalam bentuk kerjasama berupa tolong menolong antar pedagang, relasi sosial dalam bentuk pertentangan antar pedagang bika, relasi sosial pedagang bika dengan penyedia bahan baku. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan relasi sosial berbasis kerja sama, kepercayaan, dan solidaritas antar pelaku usaha dapat menjadi strategi efektif dalam menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan persaingan yang sehat dalam usaha makanan tradisional bika di Kayu Tanam.
Copyrights © 2026