Penelitian ini mengungkap bagaimana keluarga dalam konteks budaya Minangkabau beradaptasi menghadapi keterbatasan ekonomi, fluktuasi harga bahan pokok dan resiko kerawanan pangan melalui strategi pemenuhan pangan berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi keluarga di Kelurahan Cupak Tangah dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong, ternak kecil, hasil panen dan jaringan sosial sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan pangan rumah tangga. Kajian ini menghadirkan perspektif baru dengan mengaitkan praktik pemenuhan pangan keluarga pada budaya Minangkabau dan menganalisisnya melalui kerangka AGIL untuk memahami bagaimana keluarga menjalankan fungsi adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, serta pemeliharaan pola dalam situasi ekonomi yang tidak stabil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus dengan informan purposive sebanyak 11 ibu rumah tangga dari latar pedagang, petani dan peternak bersifat non partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga menerapkan berbagai strategi seperti pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran dan buah, beternak, menjual sebagian hasil panen, menyimpan pangan jangka panjang, serta menerapkan pola pengelolaan pangan yang efisien. Nilai gotong royong, praktik berbagi hasil dan budaya matrilineal Minangkabau memperkuat pemenuhan pangan melalui dukungan sosial dan pewarisan nilai. Implikasi penelitian menegaskan bahwa strategi berbasis keluarga mampu meningkatkan pemenuhan pangan dan memperkuat ekonomi rumah tangga. Temuan ini menjadi dasar penting bagi upaya pemberdayaan keluarga dalam mengurangi kerentanan pangan dan mendukung pencegahan stunting di wilayah berpendapatan rendah.
Copyrights © 2026