Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerimaan (reception) mahasiswa di Kota Padang terhadap konten berkualitas melalui playlist Docuvlog pada kanal YouTube Ferry Irwandi. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial menurut Peter L. Berger serta menggunakan paradigma konstruksivisme dengan metode kualitatif teknik analisis resepsi dan menggunakan teori encoding-decoding oleh Stuart Hall dan. Memberikan gambaran mengenai bagaimana mahasiswa memaknai dan menanggapi konten edukatif yang disajikan, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan literasi media digital dalam membentuk masyarakat yang lebih kritis, sadar informasi, dan cerdas dalam mengonsumsi konten di era digital. Hasil penelitian ini membahas bagaimana Ferry Irwandi sebagai konten kreator membentuk konstruksi realitas konten berkualitas melalui playlist Docuvlog di kanal YouTube-nya. Proses konstruksi ini dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang mencakup tiga tahapan. Pertama eksternalisasi, Ferry Irwandi mengenalkan konsep keilmuan melalui narasi video yang informatif dan terstruktur. Kedua objektivasi, audiens mulai berinteraksi dan membentuk kesepahaman bahwa Docuvlog adalah konten yang berkualitas, baik melalui kolom komentar. Ketiga internalisasi, nilai-nilai dan pesan dalam Docuvlog diserap dan memengaruhi cara berpikir serta tindakan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti YouTube memungkinkan terbentuknya realitas sosial baru, dan Ferry Irwandi berhasil memanfaatkan ruang ini untuk mengonstruksi dan menyebarkan nilai edukatif yang berdampak pada kesadaran kolektif mahasiswa di Kota Padang. Penelitian ini menjelaskan kebaruan konstruksi sosial yang dilakukan melalui platform media sosial yang memberikan pengaruh terhadap audiensnya.
Copyrights © 2026