Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru dan orang tua dalam meningkatkan pengembangan keterampilan mendengarkan dan konsentrasi pada siswa kelas tiga sekolah dasar, dari perspektif sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melalui observasi dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan dan konsentrasi siswa dicapai melalui berbagai strategi pembelajaran, seperti kegiatan awal (doa, menyanyi, dan apersepsi), diskusi dan metode tanya jawab, serta penggunaan sumber daya pedagogis yang konkret. Guru juga menggunakan icebreaker, permainan edukatif, dan pendekatan praktis untuk menjaga fokus siswa. Lebih lanjut, pengaturan meja yang heterogen dan pembelajaran sebaya berkontribusi pada keterlibatan siswa.Hasil lain menunjukkan bahwa peran orang tua diwujudkan melalui kolaborasi dengan guru dalam mengatasi tantangan belajar siswa, seperti ketidakdisiplinan dan kesulitan membaca, melalui komunikasi dan dukungan pedagogis. Secara umum, sinergi antara guru dan orang tua berkontribusi pada peningkatan keterampilan mendengarkan dan konsentrasi siswa, meskipun upaya berkelanjutan diperlukan untuk mengatasi tantangan ini.
Copyrights © 2026