Penelitian ini mengkaji peran aktivisme pemuda dalam Korps Sukarela (KSR) PMI Cabang Bandung sebagai sarana pembentukan nasionalisme dan kepedulian sosial dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan seperti donor darah, penanganan kecelakaan, dan penugasan bencana membentuk nasionalisme yang bersifat lived sesuai kerangka civic nationalism Smith (1991), sekaligus menumbuhkan prosocial behavior sebagaimana didefinisikan Eisenberg dan Strayer (1987). KSR PMI terbukti berfungsi sebagai laboratorium hidup pendidikan kewarganegaraan yang menyentuh dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan, melampaui keterbatasan PKn konvensional. Temuan ini mengonfirmasi relevansi pendekatan service learning sebagai model alternatif pembentukan karakter warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026