Penelitian ini mengkaji pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) inklusif melalui kegiatan workshop interkultural di Komunitas Bandung Book Party (BBP) sebagai lembaga pendidikan nonformal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, penelitian ini menganalisis kontribusi kegiatan interkultural terhadap peningkatan literasi sosial dan pembentukan sikap toleransi peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBP mengimplementasikan PKn inklusif melalui tiga tahapan terintegratif: silent reading sebagai fondasi refleksi individual, sharing session sebagai arena praktik multiperspektivitas dan komunikasi demokratis, serta special activity sebagai simulasi partisipasi warga negara di ruang publik. Mekanisme fasilitasi inovatif berupa peran Greeter terbukti efektif menciptakan safe space yang mendukung toleransi lintas generasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas literasi berpotensi besar sebagai ruang alternatif implementasi PKn inklusif yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata di luar institusi formal.
Copyrights © 2026