Pertanian merupakan sektor utama penopang perekonomian Indonesia, di mana sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani. Untuk mendukung produktivitas pertanian, dibutuhkan teknologi tepat guna yang tidak hanya fokus pada tahap budidaya, tetapi juga pada proses pascapanen. Salah satu tahapan penting pascapanen adalah pengeringan padi guna menjaga kualitas gabah agar tetap bagus dan terhindar dari pembusukan akibar jamur. Selama ini, petani di Desa Duyungan masih mengandalkan metode tradisional berupa penjemuran di bawah sinar matahari yang sangat bergantung pada cuaca. Kondisi tersebut sering menimbulkan kerugian, terutama saat musim hujan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, diperkenalkan inovasi mesin pengering padi tipe bed dryer berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 500 kg, dilengkapi pengaturan suhu 37–45 °C, dan blower bertenaga PLTS. Penggunaan mesin ini mampu menurunkan kadar air gabah dari 20–26% menjadi sekitar 14% dalam waktu 10–12 jam. Inovasi ini terbukti meningkatkan mutu panen, efisiensi kerja, serta kesejahteraan petani di Desa Duyungan Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro
Copyrights © 2026