Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi sarana dan prasarana di TK ABA 10 serta dampaknya terhadap proses pembelajaran anak usia dini. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pembelajaran di TK ABA 10 masih terbatas, terutama pada ketersediaan media teknologi, alat permainan edukatif (APE), ruang kelas, area bermain, dan bahan literasi anak. Keterbatasan tersebut memengaruhi fokus anak selama pembelajaran, terutama ketika kegiatan berlangsung secara monoton dan kurang melibatkan media konkret. Guru mengatasi kondisi tersebut melalui pemanfaatan bahan alam, seperti daun kering, ranting, batu kerikil, dan biji-bijian sebagai media pembelajaran alternatif. Strategi ini membantu meningkatkan keterlibatan anak, mengurangi kejenuhan, dan mendukung kegiatan bermain sambil belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana PAUD perlu dilakukan secara bertahap, kreatif, dan sesuai kebutuhan perkembangan anak
Copyrights © 2026