Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi sistem pencernaan manusia yang memiliki konsep abstrak dan kompleks. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sering menyebabkan kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan model dan media pembelajaran yang inovatif, seperti Problem Based Learning (PBL) berbantuan Augmented Reality (AR), yang didukung oleh kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model PBL berbantuan AR dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan manusia ditinjau dari perspektif TPACK. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis sembilan artikel penelitian yang relevan dan diterbitkan pada rentang tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa model PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas pemecahan masalah, analisis, dan pengambilan keputusan, sedangkan media AR membantu memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret dan interaktif sehingga memudahkan pemahaman materi. Integrasi PBL dan AR terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, aktivitas belajar, dan pemahaman konsep siswa. Keberhasilan penerapannya didukung oleh kemampuan guru dalam mengintegrasikan Content Knowledge (CK), Pedagogical Knowledge (PK), dan Technological Knowledge (TK) beserta keterpaduannya dalam bentuk Pedagogical Content Knowledge (PCK), Technological Content Knowledge (TCK), dan Technological Pedagogical Knowledge (TPK) melalui kerangka TPACK. Dengan demikian, PBL berbantuan AR yang didukung kompetensi TPACK dapat menjadi alternatif pembelajaran IPA yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026