Sri Masnita Pardosi
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Tes Berpikir Kritis Berbasis Sintesis Watson-Glaser dan Ennis Tariza Fairuz; Nadia Mubarokah; Sri Masnita Pardosi; Shofia Lubis
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol. 10 No. 3 (2026): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v10i3.1464

Abstract

The limitations of science assessment instruments that are able to measure critical thinking skills comprehensively, particularly in integrating cognitive dimensions and operational indicators into one complete construct, is still a problem in learning evaluation practices. This study aimed to develop a critical thinking test instrument based on the synthesis of the Watson–Glaser and Ennis frameworks in the context of science education. The research employed a Research and Development approach using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The instrument was developed by synthesizing Watson–Glaser critical thinking components and Ennis’ operational indicators, which were then translated into multiple-choice reasoning-based items on wave and optics topics. Expert validation was conducted to evaluate content, construct, and language aspects. The instrument was tested on 38 undergraduate students of science education in Universitas Negeri Medan. The results indicated that the instrument was valid based on expert judgment and demonstrated adequate construct validity. Reliability analysis using Cronbach’s Alpha yielded a coefficient of 0.876, indicating high internal consistency. These findings suggest that the developed instrument reliably measures critical thinking skills in accordance with the synthesized Watson–Glaser and Ennis framework. The instrument can serve as an alternative assessment tool for science learning that emphasizes critical reasoning.
Studi Literatur: Analisis TPACK Pada Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Augmented Reality terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Kelas VIII Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Anisa Ramadhani; Dewi Pratiwi; Mutia Haryani Siregar; Sri Masnita Pardosi; Mega Elvianasti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi sistem pencernaan manusia yang memiliki konsep abstrak dan kompleks. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sering menyebabkan kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan model dan media pembelajaran yang inovatif, seperti Problem Based Learning (PBL) berbantuan Augmented Reality (AR), yang didukung oleh kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model PBL berbantuan AR dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan manusia ditinjau dari perspektif TPACK. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis sembilan artikel penelitian yang relevan dan diterbitkan pada rentang tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa model PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas pemecahan masalah, analisis, dan pengambilan keputusan, sedangkan media AR membantu memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret dan interaktif sehingga memudahkan pemahaman materi. Integrasi PBL dan AR terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, aktivitas belajar, dan pemahaman konsep siswa. Keberhasilan penerapannya didukung oleh kemampuan guru dalam mengintegrasikan Content Knowledge (CK), Pedagogical Knowledge (PK), dan Technological Knowledge (TK) beserta keterpaduannya dalam bentuk Pedagogical Content Knowledge (PCK), Technological Content Knowledge (TCK), dan Technological Pedagogical Knowledge (TPK) melalui kerangka TPACK. Dengan demikian, PBL berbantuan AR yang didukung kompetensi TPACK dapat menjadi alternatif pembelajaran IPA yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.