Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena rendahnya kemampuan membaca siswa SMP di Kabupaten Buleleng, Bali sebagaimana diberitakan oleh CNN Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi permasalahan tersebut, serta mengkaji upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan literasi Bahasa Indonesia pada siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis kasus melalui studi literatur (library research). Data diperoleh dari pemberitaan CNN Indonesia yang mengangkat kasus rendahnya kemampuan membaca siswa SMP di Kabupaten Buleleng serta berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti jurnal ilmiah, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain rendahnya minat baca, keterbatasan budaya literasi di lingkungan sekolah dan keluarga, kurangnya pemanfaatan bahan bacaan yang menarik, serta pengaruh penggunaan teknologi digital yang mengurangi intensitas membaca. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan memahami informasi tertulis dan keterampilan literasi siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut meliputi penguatan program literasi sekolah, peningkatan peran keluarga dalam membiasakan kegiatan membaca, penyediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik, serta pemanfaatan teknologi secara edukatif untuk mendukung budaya literasi. Dengan demikian, peningkatan literasi memerlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa
Copyrights © 2026