Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Harmoni di Kampus Universitas Negeri Medan: Praktik Toleransi Mahasiswa dalam Interaksi Sosial Sehari-Hari Ahnas Dahlia; Indah Ramadhani; Lemuel Owen Delpiero Naiborhu; Yulastri Silaen
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik toleransi beragama dalam interaksi sosial mahasiswa di lingkungan kampus, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung terciptanya harmoni, serta menganalisis implementasi nilai Sila Pertama dan Sila Ketiga Pancasila dalam perilaku mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman dan makna toleransi yang dirasakan langsung oleh mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi dengan informan mahasiswa aktif di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik toleransi telah terwujud dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, seperti tidak adanya diskriminasi antaragama, adanya kebebasan dalam menjalankan ibadah, sikap saling membantu, serta interaksi sosial yang inklusif tanpa sekat perbedaan. Selain itu, faktor pendukung terciptanya harmoni meliputi keberagaman lingkungan kampus, sikap individu yang terbuka, interaksi sosial yang sehat, peran organisasi mahasiswa, serta dukungan dari dosen dan institusi kampus. Implementasi nilai Pancasila, khususnya Sila Pertama dan Sila Ketiga, tercermin dalam sikap saling menghormati, mengutamakan persatuan, serta penyelesaian konflik melalui musyawarah. Toleransi di lingkungan kampus tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi telah diimplementasikan secara nyata dalam interaksi sosial mahasiswa. Namun, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila agar tercipta kehidupan kampus yang semakin harmonis, inklusif, dan berintegritas.
Analisis Kasus Rendahnya Kemampuan Membaca Siswa SMP di Kabupaten Buleleng, Bali dalam Pemberitaan CNN Indonesia: Tinjauan Permasalahan Literasi Bahasa Indonesia Ahnas Dahlia; Fitri Khoirunnisaa Butar Butar; Nora Laini; Yulia Mahrani; Yulastri Silaen; Herning Puspitarini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena rendahnya kemampuan membaca siswa SMP di Kabupaten Buleleng, Bali sebagaimana diberitakan oleh CNN Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi permasalahan tersebut, serta mengkaji upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan literasi Bahasa Indonesia pada siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis kasus melalui studi literatur (library research). Data diperoleh dari pemberitaan CNN Indonesia yang mengangkat kasus rendahnya kemampuan membaca siswa SMP di Kabupaten Buleleng serta berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti jurnal ilmiah, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain rendahnya minat baca, keterbatasan budaya literasi di lingkungan sekolah dan keluarga, kurangnya pemanfaatan bahan bacaan yang menarik, serta pengaruh penggunaan teknologi digital yang mengurangi intensitas membaca. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan memahami informasi tertulis dan keterampilan literasi siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut meliputi penguatan program literasi sekolah, peningkatan peran keluarga dalam membiasakan kegiatan membaca, penyediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik, serta pemanfaatan teknologi secara edukatif untuk mendukung budaya literasi. Dengan demikian, peningkatan literasi memerlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa