Studi ini meneliti tradisi Mangain dalam masyarakat Batak sebagai fenomena sosiolinguistik yang memengaruhi salam dan pola komunikasi berbasis kekerabatan, serta implikasinya terhadap pengajaran BIPA. Berdasarkan tinjauan pustaka dan analisis tematik, ditemukan bahwa Mangain menekankan inklusivitas, legitimasi adat, dan solidaritas, sementara Dalihan Na Tolu mengatur pilihan salam dan register antara hula hula, boru, dan dongan tubu; kesalahan pragmatis dapat menyebabkan kesalahpahaman atau konflik. Disarankan agar materi Mangain diintegrasikan ke dalam modul BIPA melalui simulasi, studi kasus sosiopragmatis, dan media autentik untuk memperkuat kompetensi antarbudaya. Studi ini memberikan landasan konseptual dan merekomendasikan studi lapangan lebih lanjut.
Copyrights © 2026