Skizofrenia merupakan gangguan kesehatan mental multifaktorial. Pasien menerima pengobatan antipsikotik jangka panjang, meningkatkan risiko DRP karena efek yang berbeda pada setiap individu dan dapat mempengaruhi luaran klinis jika tidak diatasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian DRP dan luaran klinis pada pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif yang melibatkan 74 orang pada kelompok DRP dan 60 orang kelompok non-DRP. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan catatan rekam medis periode November 2023-Januari 2024. DRP yang diamati bersifat aktual dan potensial sesuai PCNE V9.00. Uji chi square dilakukan untuk mengetahui hubungan kejadian DRP dengan luaran klinis. Hasil pengobatan dinilai berdasarkan penilaian dokter terhadap catatan perkembangan pasien di rekam medis. DRPs yang terjadi pada pasien skizofrenia rawat jalan di RSJD Dr. Arif Zainuddin adalah pemilihan obat 58,1% (43), kepatuhan pengobatan 35,1% (26), pemilihan dosis 23% (17), dan keamanan pengobatan 13,5% (10). Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian DRP dengan luaran klinis (p=0,022). Kelompok DRP berisiko tidak membaik 1,6 kali dibandingkan kelompok non-DRP (RR 1,622; 95% CI 1,052-2,500). Penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian DRP dapat mempengaruhi luaran klinis pada pasien skizofrenia. Apoteker klinis harus berperan aktif dalam mengidentifikasi dan memberikan solusi terkait kejadian DRP dalam berbagai kasus.
Copyrights © 2026