Infeksi luka operasi (ILO) dapat memberikan efek yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Penggunaan antibiotik profilaksis dapat menurunkan kejadian ILO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan antibiotik profilaksis yang rasional, mengetahui jumlah kejadian ILO, mengidentifikasi faktor risiko yang berpengaruh terhadap ILO dan mengetahui hubungan rasionalitas antibiotik profilaksis pada pasien bedah dengan kejadian ILO di RSA UGM. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan kohort retrospektif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani tindakan pembedahan dan mendapatkan antibiotik profilaksis di RSA UGM selama bulan Januari sampai dengan Desember 2023. Terdapat 156 pasien yang menjalani tindakan bedah dan masuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini. Rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis berdasarkan metode Gyssens (kategori 0) pada penelitian ini sebesar 39,7% (62 pasien) dan angka kejadian ILO pada penelitian ini sebesar 5,1% (8 dari total 156 pasien). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketidakrasionalan penggunaan antibiotik profilaksis dengan kejadian ILO (P=1,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara lama rawat inap post operasi, Intraoperative Blood Loss, dan waktu pemberian antibiotik dengan kejadian ILO berdasarkan analisis bivariat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa lama rawat inap post operasi memiliki hubungan yang bermakna dengan angka kejadian ILO. Individu dengan lama rawat inap post operasi lebih dari 3 hari memiliki risiko 0,167 lebih tinggi untuk mengalami ILO (OR 0,167; CI 95% 0,036-0,765; p = 0,021).
Copyrights © 2026