Analgesik over the counter (OTC) merupakan obat pereda nyeri yang banyak digunakan masyarakat dalam praktik swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada penggunaan analgesik OTC yang dikonsumsi bersamaan dengan obat lain di Apotek X Pati. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan berdasarkan mekanisme interaksi dan tingkat keparahan menggunakan basis data Drugs.com dan Stockley’s Drug Interactions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi oleh perempuan (59,4%) dengan kelompok usia terbanyak >45 tahun (28,1%). Analgesik Non NSAID yang paling banyak digunakan adalah paracetamol 500 mg (25,0%), dan analgesik NSAID paling banyak digunakan ibuprofen 400 mg (24,0%). Responden menggunakan analgesik dengan frekuensi sering (>3 hari berturut-turut) sebesar 62,5%. Kombinasi obat yang paling banyak ditemukan adalah antara NSAID dengan kortikosteroid (35,4%). Potensi interaksi obat yang ditemukan termasuk dalam mekanisme farmakodinamik dengan tingkat keparahan dominan kategori moderat (43,8%). Efek samping yang dilaporkan responden antara lain mual (7,3%) dan pusing (2,1%).
Copyrights © 2026