Penyandang tunanetra masih menghadapi berbagai hambatan dalam pengembangan usaha, terutama terkait keterbatasan akses terhadap teknologi pemasaran digital yang ramah aksesibilitas. Berdasarkan kebutuhan mitra, program pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas anggota DPD PERTUNI Sulawesi Selatan dalam merancang dan menerapkan strategi pemasaran berbasis teknologi yang inklusif. Kegiatan dilaksanakan melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan praktik, simulasi penggunaan teknologi bantu, serta pendampingan kelompok untuk memastikan keterampilan dapat diterapkan secara langsung pada usaha masing-masing. Sebanyak 17 peserta mengikuti sesi pelatihan intensif yang mencakup pembuatan akun bisnis, optimalisasi marketplace, penulisan deskripsi produk yang aksesibel, dan pemanfaatan screen reader maupun voice command. Evaluasi program dilakukan melalui pre-post test pengetahuan dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta untuk siap mengelola pemasaran digital secara mandiri. Selain itu, seluruh peserta melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap metode dan materi program. Rencana ke depannya program merekomendasikan pendampingan lanjutan, perluasan jejaring dengan stakeholder untuk akses permodalan, serta pengembangan modul pembelajaran aksesibel bagi wirausaha tunanetra.
Copyrights © 2026