Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)

Analisis Risiko Perdarahan Postpartum Akibat Atonia Uteri Pada Ibu Pasca Persalinan

Jean Christy Ade Putri (Institut Toraja Raya Indonesia)
Cakrawati R Cakrawati R (Poltekkes Ummi Khasanah)



Article Info

Publish Date
05 Jun 2026

Abstract

ABSTRACT Postpartum hemorrhage remains one of the leading causes of maternal mortality worldwide. Uterine atony is the most common cause of postpartum hemorrhage due to the inability of the uterus to contract effectively after delivery. This condition can result in excessive blood loss and may threaten maternal survival if not managed promptly and appropriately. This study aimed to analyze the risk of postpartum hemorrhage caused by uterine atony among postpartum mothers. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. A total of 45 postpartum mothers were selected through purposive sampling. Data were collected from medical records and observation sheets. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a 95% confidence level. The results showed a significant relationship between risk factors for uterine atony and the occurrence of postpartum hemorrhage (p=0.002). The dominant risk factors included prolonged labor, multiparity, multiple pregnancy, and fetal macrosomia. Mothers with these risk factors had a greater likelihood of experiencing postpartum hemorrhage than those without such risk factors. In conclusion, uterine atony is a major contributing factor to postpartum hemorrhage. Early detection and proper management of risk factors are essential to prevent complications and reduce maternal mortality. Keywords: Postpartum Hemorrhage, Uterine Atony, Postpartum Mothers, Risk Factors, Maternal Health ABSTRAK Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia. Atonia uteri menjadi penyebab paling sering terjadinya perdarahan postpartum karena kegagalan uterus berkontraksi secara adekuat setelah persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar yang berpotensi mengancam keselamatan ibu apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko perdarahan postpartum akibat atonia uteri pada ibu pasca persalinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 45 ibu pasca persalinan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko atonia uteri dengan kejadian perdarahan postpartum (p=0,002). Faktor risiko yang paling dominan adalah persalinan lama, multiparitas, kehamilan ganda, dan makrosomia. Ibu dengan faktor risiko tersebut memiliki kemungkinan lebih besar mengalami perdarahan postpartum dibandingkan ibu tanpa faktor risiko. Disimpulkan bahwa atonia uteri merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya perdarahan postpartum. Deteksi dini dan penanganan faktor risiko sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan angka kematian ibu. Kata Kunci: Perdarahan Postpartum, Atonia Uteri, Ibu Pasca Persalinan, Faktor Risiko, Kesehatan Maternal

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Barongko

Publisher

Subject

Education Engineering Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ...