Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efektivitas Pendekatan Terapeutik dalam Meningkatkan Kualitas Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil Sahalia Sahalia; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Quality midwifery care is a crucial factor in improving maternal and fetal health during pregnancy. One approach that can improve the quality of midwifery care is through a therapeutic approach between health workers and pregnant women. This therapeutic approach involves effective communication, empathy, and emotional support, which can increase the trust and comfort of pregnant women during the healthcare process. This study aims to determine the effectiveness of the therapeutic approach in improving the quality of midwifery care for pregnant women. This study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. The study sample was pregnant women undergoing antenatal care examinations in the study area, using a purposive sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire that measured perceptions of the quality of midwifery care before and after the implementation of the therapeutic approach. Data were analyzed using statistical tests to determine differences in the quality of care before and after the intervention. The results showed an improvement in the quality of midwifery care after the therapeutic approach was implemented. The average service quality score increased after the implementation of therapeutic communication between health workers and pregnant women. The study's conclusions indicate that the therapeutic approach is effective in improving the quality of midwifery care for pregnant women. Therefore, healthcare workers, particularly midwives, are expected to optimally implement therapeutic communication in providing care to pregnant women. Keywords: Therapeutic Communication, Midwifery Care, Pregnant Women, Service Quality ABSTRAK Asuhan kebidanan yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan adalah melalui pendekatan terapeutik antara tenaga kesehatan dan ibu hamil. Pendekatan terapeutik melibatkan komunikasi yang efektif, empati, serta dukungan emosional yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan ibu hamil selama proses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan terapeutik dalam meningkatkan kualitas asuhan kebidanan pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal care di wilayah penelitian dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur persepsi kualitas asuhan kebidanan sebelum dan sesudah penerapan pendekatan terapeutik. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan kualitas asuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas asuhan kebidanan setelah dilakukan pendekatan terapeutik. Nilai rata-rata skor kualitas pelayanan meningkat setelah penerapan komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan dan ibu hamil. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terapeutik efektif dalam meningkatkan kualitas asuhan kebidanan pada ibu hamil. Oleh karena itu, tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat menerapkan komunikasi terapeutik secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Asuhan Kebidanan, Ibu Hamil, Kualitas Pelayanan
Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Bendungan ASI Pada Ibu Postpartum Cakrawati R Cakrawati R; Maria Septiana
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Breast engorgement is a common condition among postpartum mothers characterized by breast swelling due to milk accumulation. This condition can cause pain and interfere with breastfeeding. This study aims to analyze factors influencing breast engorgement among postpartum mothers. A quantitative cross-sectional design was used involving 110 postpartum mothers. Variables included breastfeeding frequency, technique, family support, and maternal knowledge. Data were analyzed using chi-square and logistic regression. Results showed that improper breastfeeding technique (OR=3.9), low breastfeeding frequency (OR=3.5), and lack of knowledge (OR=2.8) significantly influenced breast engorgement (p<0.05). It is concluded that behavioral and knowledge factors play an important role in breast engorgement. Keywords: Breast Engorgement, Postpartum, Breastfeeding, Risk Factors ABSTRAK Bendungan ASI merupakan kondisi umum pada ibu postpartum yang ditandai dengan pembengkakan payudara akibat penumpukan ASI. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, dan gangguan proses menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bendungan ASI pada ibu postpartum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 110 ibu postpartum. Variabel yang diteliti meliputi frekuensi menyusui, teknik menyusui, dukungan keluarga, dan pengetahuan ibu. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik menyusui yang tidak tepat (OR=3,9), frekuensi menyusui rendah (OR=3,5), dan kurangnya pengetahuan (OR=2,8) berpengaruh signifikan terhadap kejadian bendungan ASI (p<0,05). Disimpulkan bahwa faktor perilaku dan pengetahuan berperan penting dalam terjadinya bendungan ASI. Kata Kunci: Bendungan Asi, Ibu Postpartum, Menyusui, Faktor Risiko
Hubungan Waktu Tanggap (Response Time) Perawat Dan Bidan Dengan Keselamatan Ibu Pada Kasus Perdarahan Postpartum Di IGD Lumastari Ajeng Wijayanti; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Postpartum hemorrhage is one of the leading causes of maternal mortality requiring prompt and appropriate management. The response time of healthcare providers, especially nurses and midwives in the emergency department, plays a crucial role in maternal safety. This study aimed to determine the relationship between response time and maternal safety in postpartum hemorrhage cases. This study used a quantitative method with a cross-sectional analytic design. The sample consisted of 40 postpartum hemorrhage cases managed in the emergency department. Data were collected through observation and documentation. Data were analyzed using chi-square test and Odds Ratio (OR). The results showed a significant relationship between response time and maternal safety with a p-value of 0.001 and OR = 6.25. In conclusion, faster response time is associated with improved maternal safety in postpartum hemorrhage cases. Keywords: Response time, postpartum hemorrhage, maternal safety ABSTRAK Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Waktu tanggap (response time) tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sangat menentukan keselamatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tanggap perawat dan bidan dengan keselamatan ibu pada kasus perdarahan postpartum di IGD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 responden yang merupakan kasus perdarahan postpartum yang ditangani di IGD. Data dikumpulkan melalui observasi waktu tanggap tenaga kesehatan dan dokumentasi kondisi pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tanggap dengan keselamatan ibu dengan nilai p-value = 0,001 (<0,05) dan OR = 6,25. Kesimpulan penelitian ini adalah waktu tanggap yang cepat dari perawat dan bidan berhubungan erat dengan peningkatan keselamatan ibu pada kasus perdarahan postpartum. Kata Kunci: Response Time, Perdarahan Postpartum, Keselamatan Ibu
Hubungan Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia 6–24 Bulan Warda M Warda M; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Complementary feeding (MP-ASI) is an important factor influencing the nutritional status of infants aged 6–24 months. Inappropriate feeding practices may lead to malnutrition. This study aimed to determine the relationship between complementary feeding and nutritional status among infants aged 6–24 months. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 50 infants aged 6–24 months selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and anthropometric measurements. Data were analyzed using chi-square test and Odds Ratio (OR). The results showed a significant relationship between complementary feeding and nutritional status with a p-value of 0.003 and OR = 4.20. The conclusion of this study is that the provision of appropriate MP-ASI is associated with good nutritional status in infants aged 6–24 months. Keywords: MP-ASI, Nutritional Status, Infants ABSTRAK Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan status gizi bayi usia 6–24 bulan. Pemberian MP-ASI yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah gizi seperti gizi kurang maupun gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada bayi usia 6–24 bulan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 bayi usia 6–24 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pemberian MP-ASI dan pengukuran status gizi berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi dengan nilai p-value = 0,003 (<0,05) dan OR = 4,20. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian MP-ASI yang tepat berhubungan dengan status gizi yang baik pada bayi usia 6–24 bulan. Kata Kunci: MP-ASI, Status Gizi, Bayi
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Arnita Rapang; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a physiological process that requires regular monitoring to detect complications that may endanger both the mother and fetus. Pregnant women's knowledge regarding danger signs during pregnancy plays an important role in increasing awareness and compliance with Antenatal Care (ANC) visits. This study aimed to determine the relationship between pregnant women's knowledge of pregnancy danger signs and compliance with Antenatal Care visits. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. The sample consisted of 50 pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires on knowledge of pregnancy danger signs and observation sheets of ANC visit compliance based on maternal and child health records. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that most respondents had good knowledge levels (56%) and were compliant with ANC visits (70%). The Chi-Square test revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between pregnant women's knowledge of pregnancy danger signs and compliance with ANC visits. It can be concluded that better knowledge regarding pregnancy danger signs is associated with higher compliance in attending ANC visits. Therefore, health education programs should be strengthened to improve maternal awareness and utilization of ANC services. Keywords: Knowledge, Pregnancy Danger Signs, Pregnant Women, Antenatal Care, ANC Compliance ABSTRAK Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memerlukan pemantauan secara rutin untuk mendeteksi adanya komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun janin. Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur melalui pelayanan Antenatal Care (ANC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan Antenatal Care (ANC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dan lembar observasi kepatuhan kunjungan ANC berdasarkan buku KIA. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 28 orang (56%) dan patuh melakukan kunjungan ANC sebanyak 35 orang (70%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC. Disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan maka semakin tinggi tingkat kepatuhan dalam melakukan kunjungan ANC. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan ANC. Kata Kunci: Pengetahuan, Tanda Bahaya Kehamilan, Ibu Hamil, Antenatal Care, Kepatuhan ANC
Analisis Risiko Perdarahan Postpartum Akibat Atonia Uteri Pada Ibu Pasca Persalinan Jean Christy Ade Putri; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Postpartum hemorrhage remains one of the leading causes of maternal mortality worldwide. Uterine atony is the most common cause of postpartum hemorrhage due to the inability of the uterus to contract effectively after delivery. This condition can result in excessive blood loss and may threaten maternal survival if not managed promptly and appropriately. This study aimed to analyze the risk of postpartum hemorrhage caused by uterine atony among postpartum mothers. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. A total of 45 postpartum mothers were selected through purposive sampling. Data were collected from medical records and observation sheets. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a 95% confidence level. The results showed a significant relationship between risk factors for uterine atony and the occurrence of postpartum hemorrhage (p=0.002). The dominant risk factors included prolonged labor, multiparity, multiple pregnancy, and fetal macrosomia. Mothers with these risk factors had a greater likelihood of experiencing postpartum hemorrhage than those without such risk factors. In conclusion, uterine atony is a major contributing factor to postpartum hemorrhage. Early detection and proper management of risk factors are essential to prevent complications and reduce maternal mortality. Keywords: Postpartum Hemorrhage, Uterine Atony, Postpartum Mothers, Risk Factors, Maternal Health ABSTRAK Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia. Atonia uteri menjadi penyebab paling sering terjadinya perdarahan postpartum karena kegagalan uterus berkontraksi secara adekuat setelah persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar yang berpotensi mengancam keselamatan ibu apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko perdarahan postpartum akibat atonia uteri pada ibu pasca persalinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 45 ibu pasca persalinan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko atonia uteri dengan kejadian perdarahan postpartum (p=0,002). Faktor risiko yang paling dominan adalah persalinan lama, multiparitas, kehamilan ganda, dan makrosomia. Ibu dengan faktor risiko tersebut memiliki kemungkinan lebih besar mengalami perdarahan postpartum dibandingkan ibu tanpa faktor risiko. Disimpulkan bahwa atonia uteri merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya perdarahan postpartum. Deteksi dini dan penanganan faktor risiko sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan angka kematian ibu. Kata Kunci: Perdarahan Postpartum, Atonia Uteri, Ibu Pasca Persalinan, Faktor Risiko, Kesehatan Maternal
Analisis Pemantauan Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Kepala, Dan Tanda Vital Pada Anak Usia 0–5 Tahun Cakrawati R Cakrawati R; Naomi Malaha
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Monitoring children's growth and health status is essential to ensure optimal development during the first five years of life. Anthropometric measurements such as weight, height, and head circumference, along with vital sign assessments, are important indicators for evaluating children's growth and overall health conditions. This study aimed to analyze the monitoring of weight, height, head circumference, and vital signs among children aged 0–5 years. This study employed a quantitative approach with a descriptive analytic design. The sample consisted of 50 children aged 0–5 years selected using purposive sampling. Data were collected through anthropometric measurements and vital sign examinations, including body temperature, pulse rate, respiratory rate, and blood pressure. Data were analyzed using descriptive and univariate statistical methods. The results showed that most children had normal growth status based on weight-for-age, height-for-age, and head circumference indicators. Vital sign assessments also revealed that the majority of respondents were within normal physiological ranges according to their age groups. Regular monitoring was found to be effective in identifying growth disorders and health problems at an early stage. In conclusion, routine monitoring of weight, height, head circumference, and vital signs is essential to support optimal growth and development among children aged 0–5 years. Keywords: Body Weight, Height, Head Circumference, Vital Signs, Child Growth, Early Childhood ABSTRAK Pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0–5 tahun merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan anak. Pemantauan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan tanda vital secara rutin diperlukan untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan, perkembangan, maupun masalah kesehatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pemantauan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan tanda vital pada anak usia 0–5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 50 anak usia 0–5 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan pemeriksaan tanda vital yang meliputi suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status pertumbuhan dalam kategori normal berdasarkan indikator berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, dan lingkar kepala sesuai usia. Hasil pemeriksaan tanda vital juga menunjukkan sebagian besar responden berada dalam rentang normal sesuai kelompok usia. Pemantauan rutin terbukti penting dalam mendeteksi gangguan kesehatan dan pertumbuhan anak sejak dini. Disimpulkan bahwa pemantauan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan tanda vital secara berkala sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak usia 0–5 tahun. Kata Kunci: berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, tanda vital, anak usia dini, pertumbuhan anak
Pendidikan Kesehatan Tentang Perawatan Kehamilan Dengan Pendekatan Continuity Of Care Dewi Hastuty; Cakrawati R Cakrawati R; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a physiological process that requires continuous care and attention to maintain the health of both mother and fetus. Limited knowledge among pregnant women regarding pregnancy care may increase the risk of complications during pregnancy, childbirth, and postpartum periods. The Continuity of Care (CoC) approach is a continuous healthcare service model provided from pregnancy, childbirth, postpartum care, to newborn care. This community service program aimed to improve pregnant women’s knowledge and awareness regarding pregnancy care through the Continuity of Care approach. The implementation methods included health education, interactive discussions, pregnancy care demonstrations, mentoring for pregnant women, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 pregnant women in the assisted area. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 58 to 89 in the post-test. In addition, pregnant women began to understand the importance of routine antenatal care, nutritional fulfillment, danger signs during pregnancy, and preparation for safe childbirth. This program proved effective in improving maternal health literacy through the Continuity of Care approach. Keywords: Health Education, Pregnancy Care, Continuity Of Care, Pregnant Women, Maternal Health ABSTRAK Kehamilan merupakan proses fisiologis yang membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Pendekatan Continuity of Care (CoC) merupakan model pelayanan kesehatan berkesinambungan yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya perawatan kehamilan melalui pendekatan Continuity of Care. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi perawatan kehamilan, pendampingan ibu hamil, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 ibu hamil di wilayah binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 58 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, ibu hamil mulai memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, tanda bahaya kehamilan, serta persiapan persalinan yang aman. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil melalui pendekatan Continuity of Care. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Kehamilan, Continuity Of Care, Ibu Hamil, Kesehatan Maternal
Pelatihan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Sebagai Intervensi Non Farmakologis Untuk Mengurangi Stres Masyarakat Riswanti Riswanti; M. Agus Jabir; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Stress is one of the psychological health problems commonly experienced by communities due to work demands, economic issues, and social changes in daily life. Unmanaged stress may negatively affect both physical and mental health. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce stress is deep breathing relaxation techniques. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in practicing deep breathing relaxation techniques as an effort to manage stress. The implementation methods included health education, relaxation technique demonstrations, direct practice sessions, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 participants consisting of community members and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 88 in the post-test. In addition, participants were able to independently practice deep breathing relaxation techniques and reported reduced tension and anxiety after the exercise sessions. This program proved effective in improving community abilities to manage stress through non-pharmacological interventions. Keywords: Deep Breathing Relaxation, Stress, Non-Pharmacological Intervention, Mental Health, Community Service ABSTRAK Stres merupakan salah satu masalah kesehatan psikologis yang sering dialami masyarakat akibat tuntutan pekerjaan, masalah ekonomi, serta perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres adalah teknik relaksasi nafas dalam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan teknik relaksasi nafas dalam sebagai upaya pengelolaan stres. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik relaksasi, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik relaksasi nafas dalam secara mandiri dan melaporkan penurunan tingkat ketegangan serta rasa cemas setelah latihan dilakukan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola stres melalui intervensi non farmakologis. Kata Kunci: Relaksasi Nafas Dalam, Stres, Intervensi Non Farmakologis, Kesehatan Mental, Pengabdian Masyarakat
Program Edukasi Penggunaan Kelambu Dan Pengendalian Nyamuk Untuk Pencegahan Malaria Marlin Eppang; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Malaria remains a major public health concern in several endemic regions of Indonesia. The disease is caused by Plasmodium parasites transmitted through the bites of female Anopheles mosquitoes. Malaria prevention requires active community participation through healthy lifestyle practices, the use of insecticide-treated bed nets, and mosquito breeding site control. This Community Service Program aimed to improve community knowledge and awareness regarding bed net utilization and mosquito control as malaria prevention strategies. The methods included health education, demonstrations on proper bed net use, mosquito breeding site control education, and evaluations through pre-tests and post-tests. The program involved 40 households living in malaria-risk areas. The results showed an increase in the average knowledge score from 56.8 before the intervention to 86.5 after the intervention. Furthermore, regular bed net use increased from 42.5% to 80.0% following the program. The intervention effectively improved community knowledge and preventive behaviors related to malaria control. Continuous education and multisectoral involvement are necessary to support sustainable malaria prevention efforts. Keywords: Malaria, Bed Net, Mosquito Control, Disease Prevention, Health Education. ABSTRAK Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di berbagai wilayah endemis di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Upaya pencegahan malaria memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui penerapan perilaku hidup sehat, penggunaan kelambu berinsektisida, serta pengendalian tempat perindukan nyamuk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan kelambu serta pengendalian nyamuk sebagai upaya pencegahan malaria. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan kelambu, edukasi pemberantasan sarang nyamuk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 40 kepala keluarga di wilayah yang berisiko malaria. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 56,8 menjadi 86,5 setelah edukasi. Selain itu, terjadi peningkatan penggunaan kelambu secara rutin dari 42,5% menjadi 80,0% setelah kegiatan. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan malaria. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor untuk mendukung keberhasilan program pengendalian malaria di masyarakat. Kata Kunci: Malaria, Kelambu, Nyamuk, Pencegahan Penyakit, Edukasi Kesehatan.