Air limbah yang dihasilkan dari industri petrokimia berupa pupuk tersebut masih mengandung banyak kadar ammonia sehingga perlu dihilangkan terlebih dahulu sebelum di buang ke lingkungan. Baku mutu kadar ammonia dalam air limbah adalah 300 ppm. Ammonia Stripper pada IPAL berperan untuk melucuti ammonia dalam air limbah perlu di evaluasi untuk mengetahui kelayakan alat tersebut dan mengetahui pengaruh flowrate terhadap kinerja stripper. Hasil evaluasi menggunakan software ASPEN HYSYS menunjukkan bahwa kadar ammonia yang berhasil dilucuti dari air limbah sedikit lebih tinggi untuk data desain sekitar 296 ppm dibandingkan dengan data desain yaitu 2,7 ppm. Bila ditinjau dari kadar pH air limbah yang telah di proses ammonia stripper menunjukkan masih diatas baku mutu (7-8,5) yaitu 8,9-9,0. Efisiensi alat ammonia stripper berbanding lurus dengan flowrate steam per flowrate air limbah, Perbandingan antara flowrate steam dengan air limbah agar tetap berada di standar baku mutu adalah 0,385 m3 /ton. Data aktual yang lebih tinggi dibandingkan data desain menunjukkan bahwa Ammonia Stripper pada IPAL perlu dilakukan perawatan atau perbaikan agar kinerjanya data lebih mendekati data desain, namun alat tersebut masih dapat dikatakan layak untuk digunakan karena masih berada di dalam baku mutu, yaitu 296 ppm.
Copyrights © 2026