Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung
Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025

Aplikasi Teknologi Torefaksi Dalam Pengolahan Limbah Kelapa Muda Menjadi Biochar: Studi Kasus Bandar Lampung

Amrul Amrul (Universitas Lampung)
Hadi Prayitno (Universitas Lampung)
Harmen Harmen (Universitas Lampung)
Imam Prasetyo (Universitas Lampung)
Mustafa Faris Fathin (Universitas Lampung)
Figo Naufal Pratama (Universitas Lampung)
Muhammad Aidil (Universitas Lampung)



Article Info

Publish Date
08 Jun 2026

Abstract

Kota Bandar Lampung menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama sampah organik, yang mencakup limbah dari sektor pertanian, rumah tangga, dan UMKM. Limbah kelapa muda adalah salah satu jenis limbah yang melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara mkasimal. Teknologi torefaksi dapat mengonversi limbah kelapa muda menjadi biochar, yang berfungsi sebagai sumber energi terbarukan, penyubur tanah, serta penyerap polutan. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses torefaksi pada limbah kelapa muda dengan variasi parameter temperatur dan waktu tinggal. Tujuan penelitian jangka panjang adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Bakung dan menyediakan energi alternatif terbarukan dari limbah kelapa muda. Target khusus yang ingin dicapai adalah mendapatkan parameter optimal proses torefaksi dan karakteristik biochar yang dihasilkan, serta menguji potensi biochar sebagai bahan bakar alternatif dan penyubur tanah. Proses torefaksi terbukti mampu meningkatkan kualitas energi limbah kelapa secara signifikan, ditandai dengan naiknya nilai kalor hingga mencapai 5977 kkal/kg, meskipun disertai penurunan mass yield akibat dekomposisi hemiselulosa dan selulosa pada suhu tinggi. Energy yield menunjukkan performa terbaik pada kondisi 30 menit dan 275°C dengan nilai 93%, sehingga kondisi ini dianggap paling optimal karena menghasilkan nilai kalor tinggi, mass yield yang masih moderat, dan efisiensi energi terbaik. Sementara itu, meskipun suhu 300°C menghasilkan nilai kalor tertinggi, besarnya kehilangan massa dan energi membuat kondisi tersebut kurang layak untuk aplikasi industri yang menuntut efisiensi teknis dan ekonomis.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ojs

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Computer Science & IT Electrical & Electronics Engineering Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Kegiatan penelitian di Perguruan Tinggi yang dewasa ini digalakkan Pemerintah dengan tinjauan output riset, memacu para peneliti untuk menghasilkan output yang mendapat pengakuan tinggi baik dalam bentuk artikel jurnal internasional bereputasi maupun dalam bentuk paten produk/proses yang pada ...