Acne Vulgaris adalah suatu penyakit kulit yang banyak diderita, tingkat prevalensi penyakit ini di Indonesia tergolong pada angka yang cukup tinggi yakni sekitar 87,5%. Acne Vulgaris dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah gangguan tidur yang berkaitan dengan sleep hygiene dan sleep quality. Kedua faktor tersebut berperan dalam regulasi hormon androgen dan produksi sebum yang berkontribusi terhadap terjadinya Acne Vulgaris. Mahasiswa kedokteran seringkali mengalami permasalahan tidur akibat beban dan tekanan akademik yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan risiko Acne Vulgaris. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan Sleep Hygiene Index (SHI), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta pemeriksaan fisik untuk menilai Acne Vulgaris. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa sleep hygiene dengan Acne Vulgaris (p = 0,043) dan sleep quality dengan Acne Vulgaris (p = 0,010). Kesimpulan: Sleep hygiene dan sleep quality berhubungan signifikan dengan Acne Vulgaris. Analisis multivariat menunjukkan bahwa sleep quality merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian Acne Vulgaris (OR = 2,44; 95% CI: 1,062–5,611), sedangkan sleep hygiene tidak menunjukkan hubungan simultan.Kata kunci: acne vulgaris, sleep hygiene, sleep quality
Copyrights © 2026