SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol. 4 No. 03 (2026): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Program Pendidikan Nonformal Bagi Anak Putus Sekolah Di Wilayah Pedesaan Cianjur

Lisa Chandrasari Desianti (Universitas Pakuan)
Bambang Ismaya (Universitas Singaperbangsa Karawang)



Article Info

Publish Date
28 May 2026

Abstract

Permasalahan anak putus sekolah di wilayah pedesaan Indonesia merupakan isu kompleks yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keterbatasan akses geografis, rendahnya motivasi belajar, serta minimnya dukungan keluarga. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kesenjangan akses dan kondisi sosial-ekonomi masih menjadi penyebab dominan tingginya angka putus sekolah. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai solusi second chance education melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Kegiatan yang melibatkan 25 peserta ini dilaksanakan selama enam bulan dengan tahapan persiapan dan analisis kebutuhan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), perencanaan kurikulum adaptif yang mengintegrasikan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta pelatihan keterampilan berbasis potensi desa, pelaksanaan pembelajaran partisipatif dan kontekstual (CTL) berbasis proyek, serta monitoring dan evaluasi berkala melalui pre-test dan post-test. Hasil program menunjukkan tingkat retensi peserta sebesar 84%, peningkatan literasi dan numerasi rata-rata 35%, serta 52% peserta mulai terlibat dalam usaha produktif atau aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi belajar, kepercayaan diri, serta dukungan keluarga melalui kegiatan parenting education. Terbentuknya Kelompok Belajar Mandiri dan penguatan kapasitas tutor lokal menjadi indikator keberlanjutan program. Dengan demikian, pendidikan nonformal terbukti efektif sebagai strategi intervensi sosial yang fleksibel, inklusif, dan replikatif dalam menekan angka putus sekolah serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.

Copyrights © 2026