Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Riset di Kalangan Dosen dan Parktisi Melalui Program Coaching Clinics: Implikasi untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dian Sudiantini; Hesri Mintawati; Arjulayana Arjulayana; Lisa Chandrasari Desianti; Sri Handayani; Leni Rohida; Nina Anggraeni; Poibe Intan Nosa Lince; Suriyanti Suriyanti; Wiwin Winarni; Wulan Widaningsih; Rossy Lambelanova
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v1i2.1103

Abstract

Peningkatan kesadaran riset di kalangan dosen dan praktisi merupakan langkah strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Jawa Barat melalui program Coaching Clinics. Program ini bertujuan untuk memberikan bimbingan intensif kepada dosen dan praktisi dalam meningkatkan keterampilan penelitian dan publikasi ilmiah. Melalui serangkaian workshop, diskusi kelompok, dan sesi mentoring, peserta diajak untuk mengeksplorasi metodologi penelitian yang efektif, teknik penulisan artikel ilmiah, serta strategi untuk mendapatkan pendanaan riset. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya riset dan publikasi, serta kemampuan mereka dalam merancang dan melaksanakan penelitian yang relevan. Selain itu, Coaching Clinics juga berhasil membangun jaringan kolaborasi antara dosen dan praktisi, yang berpotensi menghasilkan penelitian yang lebih aplikatif dan berdampak. Implikasi dari kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan individu, tetapi juga pada kemajuan ilmu pengetahuan secara keseluruhan, yang pada gilirannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, program ini menjadi model yang efektif dalam mendorong budaya riset yang lebih kuat di lingkungan akademik dan profesional, serta memperkuat peran FORSILADI dalam meningkatkan kualitas penelitian di Jawa Barat.
Efektivitas Coaching Clinics dalam Meningkatkan kolaborasi,Kemampuan Dosen dan Praktisi dalam Mengajukan Hibah Penelitian Hesri Mintawati; Arjulayana Arjulayana; Dian Sudiantini; Lisa Chandrasari Desianti; Sri Handayani; Leni Rohida; Nina Anggraeni; Poibe Intan Nosa Lince; Suriyanti Suriyanti; Wiwin Winarni; Rossy Lambelanova
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v1i2.1104

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas Coaching Clinics dalam meningkatkan kolaborasi antara dosen dan praktisi serta kemampuan mereka dalam mengajukan hibah penelitian. Coaching Clinics adalah program pelatihan yang dirancang untuk memberikan bimbingan langsung dan dukungan kepada peserta dalam proses pengajuan hibah, yang sering kali menjadi tantangan bagi banyak akademisi dan praktisi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan 100 dosen dan praktisi dari berbagai institusi pendidikan. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah program untuk mengukur perubahan dalam kolaborasi dan kemampuan pengajuan hibah. Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipasi dalam Coaching Clinics secara signifikan meningkatkan tingkat kolaborasi antara dosen dan praktisi, serta kemampuan mereka dalam menyusun proposal hibah yang kompetitif. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan pemahaman tentang proses pengajuan hibah. Temuan ini menunjukkan bahwa Coaching Clinics tidak hanya memperkuat hubungan antara akademisi dan praktisi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas dan kuantitas proposal penelitian yang diajukan. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan sebagai model yang efektif untuk meningkatkan kapasitas penelitian di kalangan dosen dan praktisi, serta mendorong kolaborasi yang lebih erat dalam dunia penelitian.
Program Pendidikan Nonformal Bagi Anak Putus Sekolah Di Wilayah Pedesaan Cianjur Lisa Chandrasari Desianti; Bambang Ismaya
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59561/sabajaya.v4i03.791

Abstract

Permasalahan anak putus sekolah di wilayah pedesaan Indonesia merupakan isu kompleks yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keterbatasan akses geografis, rendahnya motivasi belajar, serta minimnya dukungan keluarga. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kesenjangan akses dan kondisi sosial-ekonomi masih menjadi penyebab dominan tingginya angka putus sekolah. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai solusi second chance education melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Kegiatan yang melibatkan 25 peserta ini dilaksanakan selama enam bulan dengan tahapan persiapan dan analisis kebutuhan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), perencanaan kurikulum adaptif yang mengintegrasikan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta pelatihan keterampilan berbasis potensi desa, pelaksanaan pembelajaran partisipatif dan kontekstual (CTL) berbasis proyek, serta monitoring dan evaluasi berkala melalui pre-test dan post-test. Hasil program menunjukkan tingkat retensi peserta sebesar 84%, peningkatan literasi dan numerasi rata-rata 35%, serta 52% peserta mulai terlibat dalam usaha produktif atau aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi belajar, kepercayaan diri, serta dukungan keluarga melalui kegiatan parenting education. Terbentuknya Kelompok Belajar Mandiri dan penguatan kapasitas tutor lokal menjadi indikator keberlanjutan program. Dengan demikian, pendidikan nonformal terbukti efektif sebagai strategi intervensi sosial yang fleksibel, inklusif, dan replikatif dalam menekan angka putus sekolah serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.