Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, utang luar negeri, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terhadap ekspor barang dan jasa Indonesia periode 1986–2025. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari World Bank dengan pendekatan kuantitatif dan analisis Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan aplikasi Stata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang variabel utang luar negeri berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor barang dan jasa Indonesia, sedangkan suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor barang dan jasa Indonesia. Selain itu, nilai Error Correction Term (ECT) yang negatif dan signifikan menunjukkan adanya mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa stabilitas suku bunga, pengelolaan utang luar negeri yang produktif, serta stabilitas nilai tukar memiliki peran penting dalam mendukung kinerja ekspor Indonesia. Penelitian ini masih terbatas pada variabel inflasi, suku bunga, utang luar negeri, dan nilai tukar, sehingga penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain seperti investasi asing, cadangan devisa, dan produk domestik bruto untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Key words: Ekspor, Inflasi, Suku Bunga, Utang Luar Negeri, Nilai Tukar Rupiah, ARDL.
Copyrights © 2026