Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa sebagai praktik budaya dalam konteks konflik melalui integrasi perspektif Antropolinguistik dan Linguistik Forensik. Fokus penelitian mencakup bentuk-bentuk praktik bahasa dalam konflik, makna budaya dan ideologi yang terkandung dalam ujaran, serta fungsi bahasa sebagai bukti dalam analisis forensik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi wacana, dan pencatatan kontekstual dari media massa dan media sosial. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, pengodean, analisis wacana kritis, analisis semiotik, analisis linguistik forensik, dan interpretasi antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bahasa dalam konflik ditandai oleh (1) strategi labelisasi sebagai konstruksi realitas, (2) penggunaan metafora dan simbol dalam representasi konflik, (3) strategi retorika dan oposisi biner dalam pembentukan narasi konflik, (4) makna implisit ujaran dalam perspektif forensik, serta (5) bahasa sebagai representasi ideologi dan praktik budaya. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam konflik tidak bersifat netral, melainkan merupakan praktik budaya yang sarat makna, ideologi, dan kepentingan kekuasaan. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian interdisipliner dengan mengintegrasikan antropolinguistik dan linguistik forensik dalam analisis konflik berbasis bahasa. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi analisis wacana konflik dan penegakan hukum, khususnya dalam memahami bahasa sebagai bukti yang memerlukan interpretasi kontekstual dan kultural.
Copyrights © 2026