Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi performance-based assessment dalam pembelajaran bahasa daerah, khususnya dalam mengukur keterampilan berbicara mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif dengan dukungan data kuantitatif deskriptif (embedded mixed-method). Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran dan asesmen, wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, serta analisis dokumen seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS), rubrik penilaian, dan hasil tugas mahasiswa. Data kuantitatif berupa skor keterampilan berbicara dianalisis secara deskriptif untuk melengkapi temuan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi performance-based assessment telah memberikan kontribusi positif dalam menciptakan praktik pembelajaran yang lebih autentik dan komunikatif. Namun demikian, terdapat ketidaksesuaian antara tujuan pembelajaran, desain instrumen asesmen, dan praktik evaluasi, khususnya pada aspek indikator penilaian yang belum sepenuhnya mengakomodasi dimensi kompetensi komunikatif secara komprehensif, termasuk aspek pragmatik dan sosiokultural. Selain itu, kualitas umpan balik dan kejelasan rubrik penilaian masih perlu ditingkatkan untuk mendukung fungsi formatif asesmen. Secara kuantitatif, capaian keterampilan berbicara mahasiswa berada pada kategori sedang hingga baik, meskipun interpretasi hasil masih dipengaruhi oleh keterbatasan instrumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas performance-based assessment sangat ditentukan oleh keselarasan antara tujuan pembelajaran, desain tugas, dan kualitas instrumen asesmen. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model asesmen berbasis kinerja yang lebih valid, reliabel, dan kontekstual dalam pembelajaran bahasa daerah.
Copyrights © 2026