Kemampuan berbahasa merupakan salah satu ciri khas manusia yang membedakannya dari makhluk lain dan kemampuan ini erat kaitannya dengan fungsi neurologis otak. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara sistem bahasa dengan struktur dan fungsi otak manusia dari perspektif neurolinguistik. Melalui pendekatan kualitatif berupa studi pustaka, penelitian ini membahas mekanisme otak dalam memproses bahasa, wilayah otak yang terlibat seperti area Broca dan Wernicke, serta gangguan bahasa yang timbul akibat kerusakan neurologis, seperti afasia. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya diproses oleh satu area tunggal, melainkan melibatkan jaringan neural yang kompleks. Gangguan neurologis, khususnya stroke, dapat mengakibatkan berbagai bentuk afasia yang mengganggu aspek morfosintaksis dan produksi ujaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa proses bahasa sangat bergantung pada integritas sistem saraf pusat, terutama hemisfer kiri otak. Oleh karena itu, pendekatan neurolinguistik menjadi penting dalam memahami dasar biologis dari kemampuan berbahasa dan dalam mengembangkan intervensi terapeutik untuk penderita gangguan bahasa. Artikel ini merekomendasikan integrasi antara ilmu bahasa dan neurosains dalam pendidikan serta rehabilitasi gangguan bahasa sebagai upaya membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap fungsi bahasa manusia.
Copyrights © 2026