Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekerasan terhadap perempuan dalam cerpen Pengakuan Suami Parinem melalui pendekatan feminisme interseksional dan poskolonial. Sastra dipahami sebagai ruang representasi sosial yang merefleksikan relasi kuasa, termasuk ketimpangan gender yang bersifat struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik analisis teks melalui close reading. Data berupa kutipan-kutipan yang merepresentasikan pengalaman perempuan, seperti kekerasan seksual, stigma sosial, penghapusan identitas, dan resistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan mengalami kekerasan berlapis akibat persilangan antara sistem patriarki dan kolonial. Kekerasan tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga simbolik melalui stigma, pengabaian sosial, serta dominasi narasi laki-laki. Selain itu, tubuh perempuan berfungsi sebagai arsip trauma, sementara ingatan menjadi bentuk resistensi terhadap penghapusan sejarah. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan dalam teks sastra merupakan subjek historis yang aktif dalam menegosiasikan posisinya dalam struktur kekuasaan.
Copyrights © 2026