Perkembangan media sosial digital memengaruhi pola komunikasi masyarakat, khususnya Generasi Z dalam penggunaan bahasa pada ruang virtual. TikTok menjadi salah satu platform yang memperlihatkan dinamika penggunaan campur kode dan bahasa slang melalui interaksi pada kolom komentar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk praktik campur kode dan bahasa slang serta menganalisis fungsi sosial penggunaan bahasa dalam komunikasi digital Generasi Z pada kolom komentar TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian berasal dari kolom komentar TikTok yang memiliki tingkat interaksi tinggi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung campur kode dan bahasa slang. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik campur kode pada komentar TikTok didominasi penggunaan unsur bahasa Inggris seperti if he want he would, work life balance, dan success. Sementara itu, bahasa slang tampak pada penggunaan bentuk informal seperti lo, jir, gimana, dan yah. Penggunaan campur kode dan bahasa slang memiliki fungsi sebagai sarana ekspresi emosional, solidaritas sosial, humor digital, serta representasi identitas Generasi Z dalam ruang media sosial. Penelitian ini juga menemukan adanya transformasi fungsi beberapa kosakata formal menjadi bahasa populer digital dalam komunikasi virtual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolom komentar TikTok menjadi ruang berkembangnya variasi bahasa digital yang dipengaruhi budaya internet, tren media sosial, dan globalisasi bahasa.
Copyrights © 2026