Pengembangan kurikulum pesantren menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi keilmuan Islam dan tuntutan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain dan implementasi kurikulum terpadu di Pondok Pesantren Al-Rifa’ie dalam mengintegrasikan Kurikulum Diniyyah, Kurikulum Kepesantrenan, dan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum terpadu mampu membentuk santri yang memiliki kompetensi keagamaan, akademik, dan sosial secara seimbang melalui penguatan kajian kitab klasik, pembelajaran bahasa Arab dan Inggris, literasi digital, program bimbingan belajar, pembentukan akhlakul karimah, serta pengembangan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan. Meskipun menghadapi tantangan dalam sinkronisasi tiga sistem kurikulum yang berbeda, implementasi kurikulum terpadu terbukti meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif, kompetitif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam
Copyrights © 2026