Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menuntut pengelolaan waktu yang efektif agar tujuan pembelajaran tidak hanya tercapai secara kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Namun, keterbatasan waktu sering menjadi kendala dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan strategi yang mampu mengoptimalkan alokasi waktu, salah satunya melalui pendekatan blended learning non-digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bagan Sinembah, dengan subjek penelitian guru PAI sebagai informan utama serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif dengan triangulasi sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi alokasi waktu pembelajaran PAI masih belum optimal, kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, banyaknya materi, kurangnya variasi metode, serta rendahnya keterlibatan siswa, strategi optimalisasi dilakukan melalui pembagian kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas, serta persepsi guru dan siswa terhadap pendekatan ini cenderung positif karena mampu meningkatkan efisiensi waktu. Secara keseluruhan, pendekatan blended learning non-digital terbukti dapat menjadi solusi dalam mengoptimalkan alokasi waktu pembelajaran PAI sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, efektif, dan bermakna.
Copyrights © 2026