Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Alokasi Waktu Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Blended Learning Non-Digital di SMA Negeri 3 Bagan Sinembah: Nur Aini; Nurul Azwa; Nur Azizah
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.824

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menuntut pengelolaan waktu yang efektif agar tujuan pembelajaran tidak hanya tercapai secara kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Namun, keterbatasan waktu sering menjadi kendala dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan strategi yang mampu mengoptimalkan alokasi waktu, salah satunya melalui pendekatan blended learning non-digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bagan Sinembah, dengan subjek penelitian guru PAI sebagai informan utama serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif dengan triangulasi sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi alokasi waktu pembelajaran PAI masih belum optimal, kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, banyaknya materi, kurangnya variasi metode, serta rendahnya keterlibatan siswa, strategi optimalisasi dilakukan melalui pembagian kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas, serta persepsi guru dan siswa terhadap pendekatan ini cenderung positif karena mampu meningkatkan efisiensi waktu. Secara keseluruhan, pendekatan blended learning non-digital terbukti dapat menjadi solusi dalam mengoptimalkan alokasi waktu pembelajaran PAI sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, efektif, dan bermakna.
Dakwah Digital sebagai Sumber Belajar PAI: Persepsi Siswa terhadap Konten Keislaman di YouTube dan Instagram Nur Azizah; Nurul Azwa; Hafizah Indriany; Ruhul Zikraini Syafitri; Nur Aini
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 4 (2026): Oktober-Desember (In Press)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i4.32255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap konten keislaman di YouTube dan Instagram sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara yang diarahkan pada persepsi siswa mengenai daya tarik, kemudahan memahami, relevansi, manfaat, dan kredibilitas konten keislaman di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dan Instagram tidak hanya dimanfaatkan sebagai media hiburan dan komunikasi, tetapi juga sebagai sumber belajar tambahan dalam memperoleh informasi keislaman. YouTube cenderung dipersepsikan lebih sesuai untuk memperoleh penjelasan materi yang lebih lengkap melalui video ceramah, kajian, dan pembelajaran, sedangkan Instagram lebih banyak digunakan untuk memperoleh informasi keislaman secara singkat dan visual melalui reels, gambar, dan carousel. Konten digital dinilai membantu siswa memperoleh penjelasan alternatif, memperluas wawasan keagamaan, serta mendukung pemahaman terhadap materi PAI. Namun, penggunaan konten keislaman di media sosial juga menghadirkan tantangan berupa perbedaan kualitas dan kredibilitas informasi. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan literasi digital dan literasi keagamaan, sedangkan guru PAI berperan dalam memberikan arahan dan melakukan klarifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital berpotensi menjadi sumber belajar tambahan PAI yang relevan dengan karakteristik siswa pada era digital.
Dakwah Digital sebagai Sumber Belajar PAI: Persepsi Siswa terhadap Konten Keislaman di YouTube dan Instagram Nur Azizah; Nurul Azwa; Hafizah Indriany; Ruhul Zikraini Syafitri; Nur Aini
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 4 (2026): Oktober-Desember (In Press)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i4.32255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap konten keislaman di YouTube dan Instagram sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara yang diarahkan pada persepsi siswa mengenai daya tarik, kemudahan memahami, relevansi, manfaat, dan kredibilitas konten keislaman di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dan Instagram tidak hanya dimanfaatkan sebagai media hiburan dan komunikasi, tetapi juga sebagai sumber belajar tambahan dalam memperoleh informasi keislaman. YouTube cenderung dipersepsikan lebih sesuai untuk memperoleh penjelasan materi yang lebih lengkap melalui video ceramah, kajian, dan pembelajaran, sedangkan Instagram lebih banyak digunakan untuk memperoleh informasi keislaman secara singkat dan visual melalui reels, gambar, dan carousel. Konten digital dinilai membantu siswa memperoleh penjelasan alternatif, memperluas wawasan keagamaan, serta mendukung pemahaman terhadap materi PAI. Namun, penggunaan konten keislaman di media sosial juga menghadirkan tantangan berupa perbedaan kualitas dan kredibilitas informasi. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan literasi digital dan literasi keagamaan, sedangkan guru PAI berperan dalam memberikan arahan dan melakukan klarifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital berpotensi menjadi sumber belajar tambahan PAI yang relevan dengan karakteristik siswa pada era digital.