Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kekurangan nutrisi terhadap sistem imun anak prasekolah. Kekurangan nutrisi pada anak usia dini merupakan masalah kesehatan global yang dapat mengganggu perkembangan fisik, kognitif, dan daya tahan tubuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional survey yang melibatkan 150 anak prasekolah dari beberapa lembaga pendidikan di wilayah Jakarta pada tahun 2025. Variabel yang diukur meliputi status gizi (berdasarkan indeks antropometri seperti berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh) dan parameter sistem imun (kadar sel darah putih, imunoglobulin, dan frekuensi infeksi saluran pernapasan). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menilai hubungan antara status gizi dan kemampuan sistem imun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan kekurangan gizi memiliki penurunan signifikan pada kadar imunoglobulin serta peningkatan frekuensi infeksi saluran pernapasan dibanding anak dengan status gizi normal. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi gizi pada usia dini untuk mendukung perkembangan sistem imun, mencegah penyakit, dan mendukung pertumbuhan optimal. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi program kesehatan masyarakat dan kebijakan pendidikan gizi di prasekolah untuk meningkatkan kesehatan anak secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026