Elementary school students often have difficulty understanding Indonesian language material because in their daily lives they are more accustomed to using their mother tongue, Banjar. This habit causes some students to have a limited understanding of vocabulary, sentence meaning, and the content of reading texts in Indonesian. This situation indicates the influence of linguistic background on the learning process in the classroom. Therefore, this study aims to describe the role and use of the mother tongue in facilitating the understanding of Indonesian language material among fifth-grade students at SD Negeri 1 Palangka, viewed from a sociolinguistic perspective. The study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The study was conducted at SD Negeri 1 Palangka during the second semester of the 2025/2026 academic year, with the research subjects being fifth-grade teachers and fifth-grade students. Data were collected through observation and interviews, then analyzed using the Miles and Huberman model, with data validity tested through triangulation of techniques and sources to ensure the validity and consistency of the research findings. The research findings show that the use of the mother tongue, namely the Banjar language, in Indonesian language learning plays an important role in supporting students’ comprehension. Banjar is used by the teacher to explain difficult material, thereby accelerating understanding as it is closely related to students’ daily lives. Through code-switching and code-mixing, a bilingual classroom environment is created, making the mother tongue an effective bridge for understanding Indonesian learning materials. ABSTRAK Peserta didik di sekolah dasar sering mengalami kesulitan dalam memahami materi bahasa Indonesia karena dalam kehidupan sehari-hari mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa ibu, yaitu bahasa Banjar. Kebiasaan tersebut menyebabkan sebagian peserta didik kurang memahami kosakata, makna kalimat, dan isi teks bacaan dalam bahasa Indonesia. Kondisi ini menunjukkan adanya pengaruh latar belakang bahasa terhadap proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan penggunaan bahasa ibu dalam mempermudah pemahaman materi Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas V SD Negeri 1 Palangka ditinjau dari teori sosiolinguistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Palangka pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian 1 guru kelas V dan 27 peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan validitas dan konsistensi temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa ibu, yaitu bahasa Banjar, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berperan penting dalam membantu pemahaman peserta didik. Bahasa Banjar digunakan guru untuk menjelaskan materi yang sulit dipahami, sehingga mempercepat pemahaman karena dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui alih kode dan campur kode, tercipta lingkungan bilingual yang menjadikan bahasa ibu sebagai jembatan efektif dalam memahami materi Bahasa Indonesia.
Copyrights © 2026